RADAR JOGJA - Koordinator Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta (UPNVY) Dr Ir Eko Teguh Paripurno menyoroti perlunya pemahaman tentang menejemen bencana yang lebih baik. Dikatakan, masyarakat di daerah rawan bencana masih kurang siap menghadapi ancaman perubahan iklim, meskipun sistem peringatan dini sudah tersedia.
"Misalnya mengerti dan memahami informasi cuaca dari BMKG," katanya Minggu (3/11/2024). Eko menjelaskan, meski aplikasi BMKG memudahkan akses informasi, pada kenyataannya banyak individu belum memahami peringatan yang diberikan.
"Pertanyaannya, apakah masyarakat benar-benar memanfaatkan informasi ini untuk melindungi diri dan orang lain?," tanyanya.
Pihaknya juga menekankan manajemen bencana tidak hanya soal penanganan darurat, tetapi mencakup perencanaan, pencegahan, mitigasi, dan pemulihan. "Jogja telah menunjukkan kemajuan dalam manajemen bencana, tetapi komunikasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten perlu ditingkatkan," ujarnya.
Dikatakan, perubahan iklim yang semakin nyata meningkatkan ancaman bencana, sehingga mitigasi menjadi langkah penting. Semua pihak perlu menciptakan pembangunan yang aman dan mengurangi risiko bencana serta kemiskinan. "Marilah kita pastikan bahwa pembangunan tidak menambah risiko baru," tegasnya.
Menurutnya, kesiapsiagaan masyarakat yang lebih baik sangat penting demi keselamatan dan ketahanan daerah menghadapi bencana. (gun/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita