KEBUMEN - RSUD Prembun terus berbenah untuk mendorong optimalisasi pelayanan terhadap masyarakat. Berbagai cara terus dilakukan demi mewujudkan transformasi di bidang kesehatan. Terbaru, rumah sakit plat merah ini menghadirkan aplikasi pemerliharaan sarana dan prasarana berbasis digital.
Aplikasi tersebut diciptakan langsung ASN rumah sakit setempat. Yakni, Teguh Basuki selaku Kasi Penunjang Non Medis RSUD Prembun. Dia berhasil membuat terobosan melalui Sistem Informasi Manajemen Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit (Simpen Pas).
Layanan tersebut hadir sebagai instrumen optimalisasi kualitas layanan di RSUD Prembun. Aksi perubahan ini juga diharapkan mampu menginventarisasi kondisi barang serta jadwal pemeliharaan secara berkala. "Saya punya tanggungjawab, bagaimana menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, pengoordinasian, tata laksana, pemantauan sampai evaluasi terkait penunjang non medis. Maka, aplikasi ini diharapkan menjadi perangkat baru penunjang kinerja," ujar Teguh, Minggu (3/11).
Teguh membeberkan, penggunaan aplikasi Simpen Pas akan membawa manfaat dari sisi ekonomi. Sebab aplikasi tersebut dirancang untuk menghemat biaya serta efisien waktu karena sudah berbasis teknologi. Petugas juga dimudahkan dalam mengidentifikasi kebutuhan sarpras, baik dalam hal pemeliharaan maupun perencanaan kegiatan dan anggaran.
Dia menyebut, sejauh ini problematika yang dihadapi terkait pengelolaan sarpras antara lain belum bisa tertata optimal lantaran tidak terpantau secara sistemik. Dampaknya terhadap anggaran atau biaya untuk kebutuhan pengadaan maupun pemeliharaan.
Lebih dari itu, aplikasi Simpen Pas juga dirancang untuk pola inventarisasi barang jangka pendek, menengah dan panjang. Dia berharap pengelolaan sarpras berbasis digital ini juga dapat diterapkan di rumah sakit milik Pemkab Kebumen. "Sudah saya simulasi. Misal biaya sejumlah alat jika tidak terpantau secara berkala itu butuh anggaran Rp 5,6 juta. Tapi jika monitoring pakai aplikasi Simpen Pas, biaya pemeliharaan alat cuma butuh Rp 275 ribu. Jadi ada efisiensi anggaran sebesar Rp 5,3 juta," urainya.
Baca Juga: DPRD Purworejo Minta APBD Purworejo 2025 Lebih Diprioritaskan Untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Terpisah, Plt Direktur RSUD Prembun Tri Hastuti menyambut baik terobosan transformasi birokrasi di lingkungan rumah sakit melalui aplikasi Simpen Pas. Inovasi ini cukup penting guna menjamin mutu pelayanan di RSUD Prembun. Dia tak memungkiri di era serba teknologi seperti sekarang memang butuh sentuhan teknologi, termasuk untuk pelayanan kesehatan. "Kewajiban kami menjamin mutu rumah sakit. Salah satunya menyediakan fasilitas rumah sakit harus aman dan berfungsi baik. Simpen Pas ini hadir menjadi salah satu solusi menjawab tantangan tersebut," jelasnya. (fid/din)
Editor : Din Miftahudin