Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penataan Lahan untuk Tuntaskan Seluruh Indikator Kumuh di Kota Jogja, Program Mahannani Bakal Sasar Kotabaru

Adib Lazwar Irkhami • Senin, 28 Oktober 2024 | 16:40 WIB

Warga berfoto di kawasan Kotabaru Jogja
Warga berfoto di kawasan Kotabaru Jogja
 

JOGJA - Program pengentasan kawasan kumuh di Kota Jogja melalui Perumahan dan Permukiman Layak Huni (Mahananni) bakal dilanjutkan tahun depan. Adapun Kelurahan Kotabaru di Kemantren Gondokusuman merupakan wilayah sasaran untuk tahun 2025.

Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja Sigit Setiawan mengatakan, tahun ini pihaknya melaksanakan Mahanani di Kelurahan Pringgokusuman (Gedongtengen) dan Terban (Gondokusuman).

Sebagai informasi, Mahannani merupakan penataan dengan konsolidasi lahan untuk menuntaskan seluruh indikator kumuh. Sekaligus menurunkan faktor risiko bencana longsor. Program ini juga untuk mendukung penataan kawasan bantaran sungai yang tidak mampu diselesaikan oleh Munggah Mundur Madhep Kali (M3K).

“Konsep Mahannani untuk menuntaskan indikator kawasan kumuh serta menurunkan risiko longsor. Sehingga kawasan menjadi lebih layak huni,” ujar Sigit Minggu (27/10/2024).

Dijelaskan, untuk Kelurahan Pringgokusuman total ada lima blok yang menjadi sasaran program. Pelaksanaannya sudah dikerjakan pada 2023 lalu dan tinggal menyisakan tiga blok. Sementara di Terban ada 19 rumah yang menjadi sasaran dan kini tahap pengerjaan sudah mencapai 65 persen. Untuk Terban ditarget selesai akhir tahun.

Sementara untuk tahun depan, kata Sigit, pihaknya akan menyasar Kelurahan Kotabaru (Gondokusuman). Total sasaran untuk wilayah ini diawali pada enam rumah terlebih dahulu. Nantinya akan diperlebar sesuai kemampuan anggaran.

Bentuk penataannya sendri, DPUPKP Kota Jogja menekankan desain yang aman dari bencana longsor dan gempa. Yakni dengan memundurkan pemukiman jauh dari bantaran sungai. Sisa lahan yang dimundurkan lalu dimanfaatkan untuk jalan inspeksi, pemeliharaan talut, serta fasilitas umum seperti taman atau foodcourt.

“Untuk tahun 2025 kami masih melanjutkan Mahannani di Pringgokusuman blok tiga dan empat, lalu memulai di Kotabaru,” terangnya.

Sementara itu, Kepala DPUPKP Kota Jogja Umi Akhsanti membeberkan, pihaknya masih memiliki beban 80,94 hektare kawasan kumuh. Adapun kawasan kumuh di Kota Jogja tersebar di 11 kemantren, kecuali Gondomanan dengan total 103 RT.

Umi menegaskan, kawasan kumuh di Kota Jogja harus selesai pada 2031 mendatang. Lantaran target tersebut sudah ditetapkan melalui Surat Keputusan Walikota Jogja Nomor 158 Tahun 2021 tentang Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh. (inu/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Perumahan dan Permukiman Layak Huni #DPUPKP Jogja #Pemkot Jogja #Program pengentasan kawasan kumuh #Mahananni