JOGJA - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESM) DIY memperkirakan penelitian di temuan gua kawasan proyek Jalan Jalur Lingkar Selatan (JJLS) Kalurahan Planjan, Saptosari, Gunungkidul, berlangsung selama sepekan. Hingga kini proses kajian masih dilakukan oleh para peniliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kepala DPUPESDM DIJ Anna Rina Herbranti mengatakan, proyek pembangunan JJLS pun masih tetap berjalan dengan menghindari area gua itu. "Kami infokan kajiannya dilakukan sekitar satu minggu," ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (27/10/2024).
Banyak masyarakat menganggap pemandangan temuan gua baru tersebut menakjubkan. Namun sampai saat ini masyarakat belum diperbolehkan masuk ke dalam mulut gua. Gua hanya dibuka dan diperuntukkan untuk aktivitas penelitian. "(Rencana untuk obyek wisata) menunggu hasil penilitian dulu, dan tentunya akan dikaji lebih detail lagi bila untuk wisata," tuturnya.
Salah seorang peneliti yang juga pakar geomorfologi UGM Prof Eko Haryono mengatakan, batu-batuan yang terlihat seperti kristal dikarenakan beberapa batuan di dalamnya lebih gembur dan terjadi pelarutan batu gamping. Gua terbentuk di dekat muka air tanah yang memiliki struktur lalisan batuan.
"Itu gua air tanah freatik (air tanah dangkal yang letaknya tidak jauh dari permukaan tanah serta berada di atas lapisan kedap air/impermeable)," bebernya.
Terkait potensi sebagai objek wisata, pihaknya memperkirakan gua itu tidak cocok untuk wisata. Terlebih apabila dimasuki oleh banyak orang ke dalam mulut gua. "Kalau untuk wisata massal sepertinya tidak bisa. Kami rencananya menyiapkan virtual reality (pemindaian tiga dimensi yang dapat dilihat secara virtual) mengenai isi dalam gua," tuturnya. (oso/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita