KEBUMEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen langsung merespons cepat pasca insiden kebakaran di Pasar Wonokriyo, Gombong. Dalam waktu dekat para pedagang bakal direlokasi agar aktivitas dan geliat ekonomi tak berhenti begitu saja.
Pjs Bupati Kebumen Boedyo Dharmawan mengatakan, kebakaran ini menjadi keperihatinan bersama. Meski begitu, dari pemkab telah membuat skema bagi para pedagang terdampak. Yakni, dengan menyediakan tempat sebagai lokasi pasar sementara.”Upaya kami selanjutnya tinggal menyiapkan tempat relokasi," jelas Boedyo, Jumat (20/10).
Pemkab, juga telah memanggil dan berduskusi bersama perwakilan pedagang pasar untuk menentukan langkah berikutnya pasca kebakaran. Dia pun tak ingin perputaran ekonomi terhenti akibat kebakaran hebat yang melanda Pasar Gombong. "Kami memikirkan supaya pedagang bisa cepat beraktivitas kembali. Ekonomi harus berjalan terus," ujarnya.
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Gombong (HPPG) Haryono menyampaikan, para pedagang sangat terpukul dengan adanya peristiwa kebakaran kemarin. Oleh karena itu pemerintah harus segera memberikan solusi karena keberadaan pasar penting demi kelangsungan hidup para pedagang. "Kami menyampaikan permohonan dan harapan agar dibuatkan pasar darurat," katanya.
Dia meminta, pemerintah daerah segera menyiapkan tempat representatif untuk relokasi pedagang. Diharapkan proses relokasi nantinya juga tidak merepotkan dan memberatkan bagi para pedagang. "Mohon segera. Kami meminta tidak usah terlalu jauh. Di sekitar pasar juga ada lokasi yang bisa digunakan," terangnya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diseperindag KUKM ) Kebumen Haryono Wahyudi menambahkan, pasca kebakaran Pasar Gombong pada Kamis (17/10) sore pihaknya telah memikirkan upaya relokasi. Sementara waktu ini pedagang akan menempati pasar sementara. Tepatnya di sisi timur pasar dan bagunan eks terminal yang berada di area Pasar Gombongm "Alternatifnya pedagang yang terdampak direlokasi. Di sebelah timur pasar itu masih ada los atau kios kosong," bebernya.
Haryono menyebut, berdasar pendataan ada 125 kios dan 400 lapak pedagang yang ludes terbakar. Dia belum mengetahui pasti apa penyebab kebakaran yang melanda Pasar Gombong. Sampai sekarang polisi juga masih melakukan proses identifikasi dan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. "Itu nanti dari kepolisian, kami belum tahu," ucapnya. (fid/din)
Editor : Din Miftahudin