RADAR JOGJA – Rencana kedatangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beserta para menterinya di Akademi Militer (Akmil) Magelang diperkirakan bisa berdampak pada sektor wisata di daerah tersebut. Meski begitu, pelaku wisata di DIY juga diprediksi ikut kecipratan dampaknya meski tidak terlalu signifikan.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardiyanto mengatakan, jika lokasi acara berada di Magelang, efek utama akan terlihat di sana. Namun DIY juga akan merasakan limpahan dampak. Terutama dalam aspek transportasi, kuliner, dan akomodasi.
Dia menyebut, rombongan semacam itu biasanya sisi kulinernya disokong dari DIY. Kemudian rombongan yang tidak tertampung dalam lokus di Magelang bisa menggunakan akomodasi di Jogja.
Sementara dari sisi transportasi lokal, para pelaku transportasi di Jogja juga bisa terkena dampaknya. Bobby meyakini hampir 70 persen dari sektor transportasi disokong oleh pengusaha transportasi asal Jogja. Kemudian, menurutnya, sisi kuliner dan UMKM juga bisa ikut terkena dampak.
“Mulai transportasi, sedikit akomodasi dan kuliner, serta mungkin ada beberapa UMKM yang ikut terdampak. Tapi tidak terlalu signifikan karena lokusnya memang ada di Magelang,” kata Bobby.
Terkait aspek akomodasi, dampak yang diterima Jogja masih harus dilihat lagi dari aspek standar protokoler acara tersebut. Jika akomodasi yang diminta adalah bintang 5, Bobby menyebut mayoritas rombongan pasti akan memilih akomodasi di Jogja.
Meskipun lokus acara ada di Magelang, kata Bobby, Jogja tetap akan mendapatkan limpahan manfaat. Terutama dari segi transportasi dan akomodasi. Meskipun dalam skala yang lebih kecil.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono berharap agenda pembekalan para menteri di Magelang bisa ikut berdampak bagi DIY. Setidaknya bisa meningkatkan okupansi hotel sebesar 10 sampai 20 persen. “Berbagi dengan hotel di Magelang,” ujarnya.
Dia menyebut, agenda besar yang digelar di sekitaran DIY seperti Magelang atau Solo sebelumnya juga berdampak pada peningkatan okupansi hotel. Sebab para tamu lebih sering menginap di hotel yang ada di DIY.
Deddy menjelaskan, saat ini memang ada kenaikan okupansi hotel. Terutama tanggal 18-19 Oktober 2024. Saat ini rata-rata okupansi 50 sampai 60 persen dari sebelumnya 30 sampai 40 persen di hari-hari sebelumnya. “Oktober ini rata-rata okupansi 55 persen,” jelasnya. (tyo)