JOGJA - Ahmad Faqih Hakan Rais baru saja menorehkan prestasi gemilang. Sebagai juara 1 Sustainable Technology category of the Essay Competition at Yogyakarta Youth Strategic Forum (YYSF) 2024 yang digelar oleh korps mahasiwa Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (Komahi UGM).
Anak dari pasangan Ahmad Hanafi Rais dan Astriani Karnaningrum ini mengaku, baru pertama kali mengikuti kompetisi. “Dan langsung juara,” lontar Faqih kepada Radar Jogja.
Baca Juga: Dua Bulan Gaji Tidak Dibayar, Dua Warga Jakarta Curi Handphone dan Uang di Kretek Bantul
Selain senang karena berhasil mendapat juara, kepuasan lain yang juga dirasakan olehnya adalah karena bisa kembali ke Jogja. Hal ini karena Faqih tengah menempuh pendidikan di SMA IT Insantama Bogor.
Cucu tokoh reformasi Amien Rais ini diketahui sempat bersekolah di Jogja. "Aku SD di Jakarta, SMP Budi Mulia Dua Jogja dan melanjutkan SMA di Bogor," beber pria 14 tahun ini.
Meski sudah terbiasa hidup jauh dengan orang tua, dia tetap berkeinginan untuk bisa menetap di Jogjakarta. Oleh karena itu, dia ingin mengambil kuliah ilmu komunikasi di UGM.
Namun di sisi lain, dia ingin mengikuti jejak sang ayah. Bisa berkuliah di National University of Singapore (NUS).
"Tapi ada pertimbangan juga karena akan jauh lagi dari keluarga. Seperti SMA sekarang di Bogor ini, cukup kangen keluarga yang dominan ada di Jogja," sebut laki-laki kelahiran 24 Oktober 2009 ini.
Baca Juga: Mantan Lurah Maguwoharjo Kasidi Kembali Terjerat Kasus TKD, Sidang Pertama Ditunda Pekan Depan
Oleh karena itu, jika memungkinkan dia akan mengambil jenjang sarjana di dalam negeri. Kemudian baru melanjutkan pendidikan magisternya di luar negeri.
Meskipun keluarganya memiliki background politik, Faqih mengaku, belum terlalu dalam mempelajarinya.
"Secara pribadi aku suka hal-hal yang berkaitan dengan sosial," paparnya.
Sementara, soal pekerjaan impian dan cita-cita, Faqih masih akan mengeksplorasi. Sebab dia lebih suka dengan proyeksi jangka pendek. "Step my goals, one by one. Karena kita tidak tahu akan jadi apa dan nanti jalan hidup akan membawa ke mana," lontarnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita