Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rapat Paripurna DPRD Peringatan HUT ke-73 Kulon Progo, Mengenakan Busana Adat dan Berbahasa Jawa Krama Inggil

Anom Bagaskoro • Rabu, 16 Oktober 2024 | 02:12 WIB

 

 

 

 

 

 

HARI ISTIMEWA: Anggota DPRD Kulon Progo menggunakan busana adat Jawa dan berbahasa krama dalam rapat paripurna, Selasa(15/10).
HARI ISTIMEWA: Anggota DPRD Kulon Progo menggunakan busana adat Jawa dan berbahasa krama dalam rapat paripurna, Selasa(15/10).

KULON PROGO - Pemandangan berbeda terlihat pada Rapat Paripurna Memperingati Hari Jadi ke-73 Kulon Progo, di Ruang Rapat Kresna, kemarin (15/10). Para anggota dewan dan perwakilan pemkab termasuk Pj Bupati mengenakan pakaian adat Jawa. Rapat juga menggunakan bahasa Jawa Kromo Inggil.

Ketua Sementara DPRD Kulon Progo Aris Syarifudin menjelaskan, hal ini dilakukan dalam rangka menekankan kembali pada sejarah terbentuknya Kulon Progo. Penggunaan busana serta bahasa Jawa terkesan sederhana. Namun di balik itu semua, ada makna yang ingin ditonjolkan DPRD Kulon Progo.

Tak hanya saat penggabungan wilayah antara Kasultanan dan Kadipaten. DPRD mengajak untuk membaca sejarah secara luas, khususnya dalam pengelolaan daerah. Membaca kilas balik sejarah dapat memberikan gambaran mengenai keberlanjutan Kulon Progo. Perjalanan sejarah dapat dijadikan pedoman untuk pembanguan daerah ke depan. Pada rapat ini  dibacakan juga sejarah Kulon Progo. Mulai dari terbentuknya hingga kondisi saat ini.

Menurutnya, Kulon Progo masih memiliki pekerjaan rumah yang perlu segera diatasi, seperti kemiskinan hingga stunting. Untuk menurunkan angka kemiskinan, pemkab perlu kembali membaca sejarah. Sejarah dapat menjadi bahan evaluasi program selanjutnya.

Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi menjelaskan, momen hari jadi merupakan pemantik kinerja pemerintah daerah. Dengan harapan, pemerintah dapat melampaui target yang telah dituangkan dalam RPJPD.Harapannya target bisa tercapai, misal penurunan angka kemiskinan hingga ketersediaan lapangan pekerjaan.

Pemkab terus berupaya dalam menyelesaikan target. Salah satunya mengembangkan iklim perekonomian di Kulon Progo. Momentum hari jadi dijadikan landasan dalam mengembangkan perekonomian. Sekaligus, memperkenalkan potensi yang dimiliki Bumi Binangun. (gas/din)

Editor : Din Miftahudin
#HUT Kulon Progo #bahasa Jawa krama inggil #Budaya #DPRD Kulon Progo