GUNUNGKIDUL - Sembilan medali emas berhasil dibawa pulang atlet-atlet sepatu roda asal Gunungkidul. Mereka menyabet juara umum kelas standar dalam Kejuaraan Nasional Sepatu Roda Piala Bupati Bantul 2024. Mereka juga meraih 2 medali perak dan 5 perunggu. Kejuaraan sepatu roda dilaksanakan di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (11/10) sampai Minggu (13/10).
Baca Juga: KONI Gunungkidul Sabet Kejuaraan Bulutangkis HUT ke-57 KONI DIY, Disusul Sleman
Medali emas diperoleh oleh atlet cilik Raharjeng Ayu siswa kelas I SD Muh Bogor Playen, Fairuz Daima Khaira siswa kelas II SD Al - Mujahidin Wonosari, Alvarosafa Abdurrohman siswa kelas III SD Waladun Sholidun, Selsa Bunga Larasati siswa kelas V SD Sawah 3 Panggang, Noea Agatha Farsya Amalia siswi kelas VII SMPN 2 Wonosari, Ulil Amri Nabilfahri Ramadhan siswa kelas V SDN Kepek Saptosari, Aisya Noor Al Fandinata siswa SDN Wonosari 6 kelas IV.
Kemudian Fransiskus Tanaya Seka Cahyo siswa kelas VI SD Kanisuis 2 Wonosari, Raina Arinjani Farzana siswa SD Al-Azhar 59 Wonosari, Philipus Banyu Kian Arkana SD Kanisius 2 Wonosari dan Adeeva Afsheen Myesha siswa kelas III SD Al - Mujahidin wonosari dan Galenka Avanara Setiawan siswa SDN Piyaman 2 Wonosari.
Atlet-atlet cilik itu tergabung pada Komunitas Sepatu Roda Segara Inlineskate Gunungkidul. Pelatih Tri Budiarto mengatakan, kejuaraan mempertandingkan kelas pemula, standard dan speed. Sebanyak 36 atlet cilik diterjunkan untuk mengikuti dua kategori yakni Standard dan Pemula."Alhamdulillah dapat mendulang emas paling banyak, dan dapat bertahan sebagai juara umum sejak tahun lalu," ujar Tri, Senin (14/10).
Menurutnya, atlet-atlet cilik asuhannya telah menunjukkan perjuangan maksimal selama pertandingan. Para atlet cilik rutin melakukan latihan lima kali dalam seminggu.Tri juga mengungkapkan atlet-atlet asuhannya dapat mengungguli atlet cilik dari kota lainnya. Dari Kota Semarang mendapatkan 5 medali emas dan Lombok 4 medali emas."Atlet kategori kelas standar kami dapat menunjukkan kemampuannya hingga mampu meraih juara umum, hasil perjuangan keras mereka," jelasnya.
Tri juga menuturkan, hobi sepatu roda tidak mengganggu proses belajar mengajar para atlet cilik di sekolah. Latihan rutin dilakukan di area parkir Pasar Hewan Siyonoharjo."Semoga pencapaian yang para atlet cilik dapatkan dapat dipertahankan dan kemampuannya dapat berkembang lebih baik lagi," tandasnya. (ndi/din)
Editor : Din Miftahudin