JOGJA - Kondisi cuaca pada siang hari di wilayah Yogyakarta dalam beberapa hari terakhir terasa cukup terik.
Meskipun demikian, berbeda dengan musim kemarau yang cenderung terasa dingin pada malam harinya.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan, pada Minggu (13/10/2024) wilayah DIY dan sekitarnya tengah menghadapi hari tanpa bayangan.
Sehingga membuat suhu udara terasa panas dan matahari bersinar terik.
Dijelaskannya, hari tanpa bayangan dapat terjadi karena gerak semu matahari berdekatan dengan ekuator.
Hal itu membuat matahari seolah-olah berada di atas ekuator atau tepat di atas wilayah DIY.
Sehingga berdampak pada cuaca terik.
“Dibarengi cuaca cerah sehingga intensitas matahari diterima bumi cukup tinggi, sehingga mengakibatkan suhu udara lebih terik atau panas daripada biasanya,” ujar Reni saat dikonfirmasi, Minggu (13/10/2024).
Dia melanjutkan, bahwa ada gerak semu matahari itu juga berdampak pada suhu panas yang terjadi pada malam hari.
Sebagaimana diketahui, saat musim kemarau suhu udara pada siang memang terasa cukup panas.
Namun ketika malam cenderung lebih dingin.
Kondisi tersebut berbeda dengan yang dirasakan beberapa hari terakhir ini.
Di mana pada malam hari suhunya cenderung terasa panas meskipun di siang harinya terik.
Adapun suhunya, maksimal dapat mencapai 32 hingga 36 derajat celcius.
Menurut Reni, fenomena tersebut disebabkan oleh bidang rotasi bumi yang tidak berimpit dengan bidang revolusi bumi.
Sehingga membuat posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 derajat Lintang Utara sampai dengan 23,5 derajat Lintang Selatan.
“Hal ini disebut juga sebagai gerak semu harian matahari,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Endang Sri Rahayu menyampaikan, kondisi cuaca yang berubah-ubah dapat melemahkan imun tubuh.
Sehingga kemudian akan mudah terserang berbagai jenis penyakit.
Oleh karena itu, dia mengimbau agar masyarakat mulai melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Yakni dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang seperti buah dan sayur, rutin minum air putih, dan berolahraga teratur.
“Infeksi saluran pernapasan (ISPA) dan diare merupakan jenis penyakit yang paling mengancam saat pancaroba,” beber Endang. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin