JOGJA - Oleg Yohan kembali diberikan amanah sebagai wakil rakyat untuk periode 2024-2029. Dalam lima tahun ke depan, anggota dewan yang berangkat dari Partai Nasdem ini akan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Pemkot Jogja hingga upaya pengentasan sampah.
Oleg mengatakan, dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPJMD) Kota Jogja 2023-2026, ada beberapa hal yang dia soroti. Pertama, terkait dengan harus adanya peningkatan kualitas SDM di lingkungan Pemkot Jogja.
Menurutnya, kualitas SDM pemkot harus benar-benar disesuaikan dan memenuhi indikator yang ada dalam Reformasi Birokrasi (RB). Sehingga kemudian dapat meningkatkan indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik.
Selanjutnya soal aspek pelayanan umum dalam bidang pendidikan. Oleg menyebut, bidang pendidikan harus terus dioptimalkan karena merupakan penyangga Kota Jogja sebagai kota pelajar.
Di samping itu, dia juga ingin agar ada optimalisasi bank-bank sampah di Kota Jogja. Sehingga permasalahan sampah yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat dapat segera terselesaikan.
Terlebih Kota Jogja juga memiliki 678 bank sampah. Kehadiran ratusan bank sampah yang tersebar di kelurahan itu harus bisa menyelesaikan 0,77 ton sampah yang belum terkelola.
“Ketika dikelola bank sampah, maka sampah bisa menjadi berkah,” ujarnya kepada Radar Jogja Selasa (8/10/2024).
Selain ketiga permasalahan tersebut, legislator yang berangkat dari Dapil 3 Kota Jogja ini juga menyoroti soal proyeksi keuangan daerah yang selalu mengalami defisit. Hal tersebut harus ditangani oleh pemkot dengan memaksimalkan sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA). Terlebih, secara umum SILPA juga mengalami tren peningkatan.
Menurut Oleg, defisit anggaran keuangan daerah yang ditutup tentu dapat membuat semakin naiknya investasi di Kota Jogja melalui penyertaan modal. Dia pun berharap, agar proyeksi pengeluaran pembiayaan melalui penyertaan modal juga dapat meningkat menjadi 17,06 persen untuk lima tahun ke depan.
Dia menilai dengan semakin meningkatnya investasi di Kota Jogja, tentu akan berpengaruh terhadap naiknya pendapatan asli daerah (PAD). Lalu kemudian berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. “Pendapatan daerah harus terus ditingkatkan. Apalagi tahun depan tantangan pemkot lebih berat karena harus mencapai target PAD sebesar Rp 1 triliun,” katanya. (*/inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita