JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja mulai mewaspadai potensi bencana banjir menjelang masuknya musim penghujan. Tidak terkecuali pada sungai-sungai kecil.
Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kota Jogja Darmanto mengatakan, untuk mengantisipasi dampak banjir pihaknya akan mengecek sistem peringatan dini atau early warning system (EWS). Adapun EWS sungai di Kota Jogja berjumlah 20 titik. Meliputi 17 EWS manual dan tiga EWS otomatis.
Menurut Darmanto, 17 titik EWS manual tersebar pada tiga sungai besar di Kota Jogja. Yakni Sungai Code, Gajah Wong, dan Winongo. Sementara untuk tiga EWS otomatis terletak di Sungai Belik, Sungai Buntung, dan Sungai Manunggal.
“Untuk EWS otomatis memang sengaja kami pasangkan di sungai-sungai kecil. Sebab sering terjadi genangan, hujan sebentar saja air sudah masuk rumah warga," ujar Darmanto Senin (7/10/2024).
Dia menjelaskan, sistem EWS otomatis dan manual juga memiliki perbedaan dalam sistem kerjanya. Adapun untuk EWS otomatis, sirine peringatannya dapat berbunyi sendiri ketika ketinggian air melampaui batas maksimal.
Sementara untuk EWS manual, merupakan sistem peringatan bahaya yang dipantau oleh petugas di Kantor BPBD Kota Jogja melalui kamera pengawas. Apabila ketinggian air meningkat, maka petugas memberikan peringatan melalui pengeras suara yang terpasang di sekitar sungai.
Guna memastikan fungsi EWS, BPBD Kota Jogja diketahui juga akan melakukan simulasi pembunyian sirine pada Selasa (8/10). Simulasi dilaksanakan di Sungai Buntung titik EWS di Karangwaru Lor, Sungai Winongo titik EWS di Ketanggungan, Sungai Code titik EWS di Ledok Macanan, Sungai Manunggal titik EWS di Klitren Lor, dan Sungai Gajahwong titik EWS di Tegalgendu.
“Meskipun sudah ada EWS, masyarakat juga harus tetap aktif untuk memantau kondisi ketinggian air saat hujan,” pesan Darmanto.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Nur Hidayat membeberkan, ada sekitar 3.704 KK yang tinggal di daerah rawan luapan sungai. Jumlah itu tersebar pada Sungai Winongo, Sungai Code, dan Gajah Wong.
Dari data BPBD Kota Jogja, aliran Sungai Code memiliki jumlah jiwa terbanyak dengan 3.121 KK. Kemudian disusul Sungai Winongo dengan jumlah 373 KK. Sementara untuk Sungai Gajah Wong, ada 210 KK. “Kami berharap masyarakat mengenali kebencanaan, karena merespons bencana ini sangat penting. Setidaknya dapat terminimalisir kerusakan,” katanya. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita