JOGJA - Sebagian wilayah Jogjakarta kini sudah memasuki masa pancaroba. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja pun mengingatkan potensi berbagai penyakit seiring peralihan musim kemarau ke penghujan tersebut.
Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, infeksi saluran pernapasan (ISPA) dan diare merupakan jenis penyakit yang paling mengancam. Sebab, bakteri penyebab kedua penyakit tersebut meningkat selama masa pancaroba.
Oleh karena itu, Endang meminta agar masyarakat dapat melakukan berbagai upaya pencegahan. Yakni dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Wujud PHBS, dapat dilakukan dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Mengonsumsi makanan bergizi seimban, seperti buah dan sayur. Serta minum air putih minimal delapan gelas per hari meskipun tidak haus. “Selain itu juga penting menghindari minum dingin dan asap rokok, olahraga teratur dan istirahat cukup,” ujar Endang Jumat (13/9/2024).
Masa pancaroba juga perlu disikapi oleh para orang tua yang memiliki balita. Yakni dengan rutin memberikan air susu ibu agar bayi tidak mengalami dehidrasi. Selain itu, perlu pula untuk menunaikan imunisasi sesuai jadwal sehingga tidak mudah terserang berbagai jenis penyakit.
Lalu yang tidak kalah penting adalah selalu menghindari orang dalam keadaan sakit. “Upaya pencegahan sangat perlu dilakukan, agar tidak menjadi penyakit parah,” pesan Endang.
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta Reni Kraningtyas menyebut, masa pancaroba di DIJ terjadi pada September hingga pertengahan Oktober. Selama masa itu juga perlu mewaspadai bencana hidrometeorologi.
Khusus untuk Kota Jogja, masa pancaroba diprediksi baru masuk di Oktober dasarian satu dan dua. Upaya pemangkasan pohon dan membersihkan drainase pun bisa dilakukan sejak kini. “Hal tersebut agar tidak terjadi bencana pohon tumbang dan banjir,” pesan Reni. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita