Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pedagang Teras Malioboro (TM) 2 Datangi Kompleks Kepatihan Kantor Gubernur DIY, Dukung Relokasi, Sebut Aksi Bikin Pengunjung Sepi

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 12 September 2024 | 03:49 WIB

 

 

 

Sejumlah pedagang Teras Malioboro (TM) 2 mendukung kebijakan relokasi yang  dilakukan Pemda DIY. Mereka sepakat agar relokasi bisa dipercepat.
Sejumlah pedagang Teras Malioboro (TM) 2 mendukung kebijakan relokasi yang dilakukan Pemda DIY. Mereka sepakat agar relokasi bisa dipercepat.

 

Sejumlah pedagang Teras Malioboro (TM) 2 mendukung kebijakan relokasi yang  dilakukan Pemda DIY. Mereka sepakat agar relokasi bisa dipercepat karena tidak mungkin kembali berjualan ke selasar Malioboro. “Itu bukan hak pedagang,” ujar Aris, salah satu pedagang TM 2 saat mendatangi kantor gubernur DIY di kompleks Kepatihan Jogja, Rabu (11/9/2024).

 Aris menceritaknya, dulunya berdagang di kawasan pedestrian Malioboro.  Usai ada penataan, dia menilai pedagang diuntungkan karena mendapatkan lokasi yang representatif."Kami sudah dikasih tempat yang layak, dulunya bukan hak kami sekarang tinggal mensyukuri," ujarnya.

Diakui, saat ini banyak pedagang yang mengeluh karena perekonomian sedang lesu. Kondisi tersebut, lanjut Aris, harus diterima. Pedagang tidak boleh menyerah dengan keadaan. “Harus ada inovasi. Harus inovatif,” ajaknya.  Bersama kawan-kawannya dia merasa beruntung dapat tinggal di Jogja.

            Lebih jauh dikatakan, sebelum menempati TM 2, para pedagang sudah diberitahu lokasi dagang di TM 2 bersifat sementara. Mereka menerima kebijakan tersebut dengan membuat berbagai terobosanagar dagangannya tetap laku.  "Banyak sekarang penunjangnya, dari medsos dan sebagainya. Istilahnya jemput bola," lanjutnya panjang lebar.

Pedagang lainnya, Eko menambahkan, mereka yang mendukung kebijakan Pemda DIY dulunya merupakan anggota paguyuban Tri Dharma. Namun karena berbeda pendapat dengan pengurus yang sekarang, mereka memilih keluar. Tak lagi menjadi aktif di Paguyuban Tri Dharma.  “Ada 91 orang pedagang yang mendukung relokasi,” katanya. Di antaranya mereka merupakan pedagang lesehan.

Dikatakan,  aksi pedagang yang menolak relokasi dan ingin kembali berjualan ke selasar Malioboro dinilai Eko sebagai tindakan yang kurang pas. Banyaknya aksi demo  di TM 2 menjadikan sejumlah pengunjung membatalkan berkunjung  dan berbelanja. Padahal aksi-aksi itu kerap menyuarakan penjual yang sepi pembeli.

"Di sana adanya cuma nuntut, sedangkan pemerintah daerah berproses supaya wisatawan bisa masuk di TM 2," bebernya.

Di antara sesama pedagang TM 2 mempunyai pendapat berbeda. Pandangan itu sudah lama ingin disuarakan. Buktinya masih banyak pedagang yang setuju dengan kebijakan relokasi. Eko mengatakan, selama ini mereka hanya diam. Sekarang mereka mulai bersuara. “Tidak semua pedagang TM 2 ingin kembali berdagang di selasar Malioboro,” katanya.

 Kebijakan relokasi dinilai bakal memberikan banyak manfaat positif. Pedagang mendapatkan tempat baru yang relatif representatif. “Kalau tidak disediakan, baru protes. Itu wajar,” sindir Eko. (oso/kus)

Editor : Din Miftahudin
#Pemprov DIY #Teras Maalioboro #Teras Malioboro (TM) 2