JOGJA - Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja menyebut kunjungan wisatawan pada tahun ini cukup bagus. Bahkan instansi itu optimistis jumlah kunjungannya dapat melampaui capaian tahun lalu.
Sekretaris Dispar Kota Jogja Muhammad Zandaru mengatakan, hingga awal bulan September jumlah kunjungan wisatawan domestik sudah mencapai 6,3 juta orang. Jumlah itu telah melampaui target yang ditentukan sebanyak 5 juta wisatawan.
Sementara untuk wisatawan mancanegara diketahui menyentuh 163 ribu wisatawan. Angka itu diketahui juga melampaui target yang ditentukan oleh Dispar Kota Jogja sebanyak 150 ribu wisatawan.
Meskipun sudah melebihi target, Zandaru optimis angka tersebut bisa lebih tinggi lagi. Bahkan kemungkinannya mampu melebihi capaian kunjungan wisatawan pada tahun 2023 lalu yang menyentuh 7,4 juta wisatawan.
Untuk menggenjot hal tersebut, pihaknya sudah nenyiapkan berbagai event. Salah satunya Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) yang digelar di kawasan penyangga Malioboro pada bulan Oktober nanti.
“Kami berharap bisa mencatat pergerakan wisatawan lebih tinggi dari tahun kemarin,” ujar Zandaru kepada wartawan, Sabtu (7/9).
Tingginya kunjungan wisatawan ke Kota Jogja tentu akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Sebab wisatawan akan banyak membelanjakan uangnya.
Zandaru mencatat, rata-rata belanja wisatawan di Kota Jogja mencapai Rp. 2,2 juta. Jumlah itu dihitung dari tingkat belanja wisatawan lokal sebesar Rp.2,1 juta dan wisatawan mancanegara berkisar Rp. 4,1 juta.
Menurut dia, tingginya belanja wisatawan di Kota Jogja cukup dipengaruhi momen libur sekolah dan kampus. Adapun masa liburan itu terjadi pada periode bulan Juli lalu.
“Peningkatannya karena bertepatan dengan momen libur sekolah dan kuliah menjelang tahun ajaran baru,” bebernya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto menyampaikan, ada tiga aspek penting yang harus diperhatikan dalam pengembangan pariwisata. Yakni atraksi, aksesibilitas, dan amenitas.
Baca Juga: Bansos RTLH Dari APBD Purworejo Diserahkan, 42 Penerima Sudah Diberi Tanda Terima
Selain tiga aspek tersebut, kata dia, juga penting untuk melakukan kolaborasi antara pemerintah, korporasi, komunitas, akademisi dan masyarakat. Sebab hal tersebut dapat menjadi dasar untuk mewujudkan pembangunan pariwisata berkelanjutan.
“Harus semakin memperkuat narasi dan atraksi yang ditawarkan. Untuk mengikat para wisatawan secara emosional maupun material,” tegas Sugeng belum lama ini. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin