RADAR JOGJA - Momentum pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak akan dilangsungkan pada 27 November 2024 mendatang. Termasuk juga di wilayah DIY. Adanya Pilkada tersebut, disinyalir akan berdampak positif pada beberapa sektor krusial.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Herum Fajarwati menyampaikan, salah satu yang paling memungkinkan dari adanya pilkada adalah peningkatan dari segi konsumsi di DIY, khususnya pada sektor pangan.
"Saat dekat pilkada akan banyak pertemuan-pertemuan berkaitan dengan kegiatan partai, itu butuh konsumsi yang tidak sedikit," katanya, Sabtu (7/9/2024).
Disebutnya, mulai dari permintaan bahan baku pangan, hingga hidangan siap santap akan cukup banyak terjadi peningkatan. Di mana salah satunya ditengarai oleh faktor Pilkada. "Hal tersebut kemungkinan besar mendorong konsumsi masyarakat," sambungnya.
Menurutnya, hal tersebut adalah sisi positif yang momentumnya harus dijaga. Sebab secara tindak lanjut, adanya peningkatan kebutuhan dan permintaan tersebut juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Sama-Sama Bikin Repot, Sulit Dapat E-Materai Solusinya Bisa Kirim LHKPN Balon Pilkada ke KPK
"Momentumnya harus terjaga, peningkatan konsumsi ini juga bisa berdampak inflasi jika suplai dan demandnya tidak seimbang," pesannya.
Selain itu, sektor industri diproyeksikan juga mengalami peningkatan positif. Salah satunya adalah karena permintaan alat-alat peraga kampanye ruang publik yang masif dilakukan oleh partai politik.
Baca Juga: Polisi Tangkap Dua Pelaku Curanmor Beda Komplotan di Bantul, Motifnya Dendam dan Ekonomi
"Seperti pembuatan baliho, alat peraga kampanye itu juga permintaannya kan naik, tapi ini mungkin tidak berdampak ke inflasi," ujarnya.
"Kalau dari sisi inflasi itu yang harus diwaspadai biasanya pangan," sambungnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Jogjakarta Gumilang Aryo Sahadewo turut memberi tanggapannya. Dia cukup meyakini, bahwa Pilkada 2024 akan berdampak pada perekonomian di daerah-daerah.
"Saya kira pilkada pasti berpengaruh, akan ada permintaan barang yang berasosiasi dengan proses Pilkada," sebutnya.
Momentum kenaikan ekonomi tersebut, kata Aryo, idealnya juga harus dibarengi dengan kesempatan para calon pemimpin yang melakukan konstestasi untuk menggagas program berkaitan dengan ekonomi daerah. "Ini kesempatan bagi para calon untuk belajar permasalahan yang ada di daerahnya masing-masing," urainya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita