JOGJA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja mencatat ada tiga pasangan calon yang mendaftar untuk Pilkada 2024. Ketiganya pun mengusung visi misi berbeda untuk bisa memenangkan pemilihan wali kota dan wakil wali kota periode 2024-2029.
Ketua KPU Kota Jogja Noor Harsya Aryo Samudro mengatakan, pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon) kepala daerah berlangsung dari tanggal 27 hingga 29 September 2024. Bapaslon yang pertama kali mendaftar diketahui pasangan Muhammad Afnan Hadikusumo dan Singgih Raharjo.
Pasangan tersebut menyerahkan berkas pendaftaran pada Rabu (28/8) dengan dukungan delapan partai politik dan 21 kursi. Yakni Partai Gerindra (5 kursi), PKS (5 kursi), Golkar (5 Kursi), PPP (4 kursi), dan terbaru PKB (2 kursi). Serta Partai Buruh, PSI, dan Partai Ummat.
Kemudian untuk dua pasangan calon lain mendaftarkan diri di hari terakhir (29/8). Yakni Heroe Poerwadi dan Sri Widya Supena dengan dukungan tujuh partai politik dan delapan kursi. Meliputi Partai Nasdem (4 kursi) PAN (4 kursi), Partai Demokrat, Partai Perindo, Partai PKN, Partai Garuda, dan Partai Gelora.
Sementara untuk PDI Perjuangan diketahui merupakan partai yang mengusung sendiri pasangan calon Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan. Dalam Pemilu 2024, partai berlambang banteng itu memiliki perolehan 11 kursi.
Harsya menyampaikan, setelah resmi melakukan pendaftaran ketiga pasangan calon itu wajib melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Kota Jogja. Untuk Afnan-Singgih dijadwalkan pada Jumat (30/1), kemudian Hasto-Wawan di Sabtu (31/8), sementara Heroe-Pena pada hari Senin (2/9)
Pasca pemeriksaan kesehatan, terang dia, para pasangan calon akan melanjutkan tahapan penelitian persyaratan administrasi yang dijadwalkan pada tanggal 29 Agustus – 4 September 2024.
“Untuk pemberitahuan hasil penelitian persyaratan administrasi calon oleh KPU Kota Jogja pada tanggal 5 – 6 September 2024,” terang Harsya, Jumat (30/8).
Dalam mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah, ketiga pasangan calon tersebut juga memiliki visi misi yang berbeda. Untuk Afnan-Singgih misalnya akan memajukan sektor pendidikan hingga taraf internasional, menjadikan pariwisata berkelas dunia, mengenalkan budaya Kota Jogja hingga mancanegara. Serta berusaha menyelesaikan permasalahan sampah.
“Kami punya harapan Kota Jogja semakin dikenal di seluruh dunia,” ujar tegas Afnan.
Kemudian untuk pasangan Heroe-Pena punya program yang paling banyak. Sebab, pasangan itu mengusung sebelas program prioritas. Meliputi penuntasan masalah sampah, penyediaan hunian nyaman bagi masyarakat dan keluarga muda, penataan zonasi pendidikan dan pemberian beasiswa sampai pendidikan tinggi.
Baca Juga: Menikmati Kuliner di Tengah Pesawahan yang Luas di Mahaloka Paradise Kulon Progo
Lalu juga mengembangkan pusat-pusat inkubasi bisnis, fasilitas magang kerja, gelanggang kreasi dan inovasi pemuda, lalu optimalisasi manajemen transportasi terintegrasi, pengembangan jogja night market, pengembangan kawasan yogyakarta selatan, serta memperkuat Kota Jogja sebagai kota ramah anak, lansia, perempuan, dan difabel.
“Dengan sebelas program tersebut harapannya dapat dengan segera melakukan langkah-langkah strategis dalam mewujudkan visi pembangunan kedepan. Yakni mewujudkan Kota Jogja yang unggul, berdaya saing, nyaman dan berkelanjutan, serta berlandaskan nilai nilai keistimewaan,” beber Heroe.
Selain itu, juga meningkatkan ketersediaan lahan makam dan santunan kematian, memperkuat Yogyakarta sebagai kota festival. Serta mengoptimalkan kehadiran jaga warga dan pemasangan CCTV berbasis wilayah untuk pengamanan wilayah.
Sementara untuk pasangan Hasto-Wawan, program yang akan dilakukan meliputi pembangunan Kota Jogja yang sehat, bebas stunting, bersih bebas sampah, memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Serta berupaya dalam hal peningkatan ekonomi masyarakat.
“Sampah menjadi prioritas bagi saya,” ucap Hasto. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin