JOGJA - Sejumlah partai politik (parpol) mulai menentukan arah dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kota Jogja. Hal tersebut diwujudkan dengan memberikan dukungan kepada bakal pasangan calon (bapaslon).
Sejauh ini pasangan Muhammad Afnan Hadikusumo dan Singgih Raharjo unggul dalam hal dukungan. Keduanya didukung delapan parpol dengan jumlah 21 kursi. Adapun partai yang memiliki kursi diantaranya Golkar (5 kursi), PKS (5 kursi), PPP (4 kursi), PKB (2 kursi), dan Gerindra ( 5 kursi).
“Sementara untuk partai non parlemen yang mendukung pak Afnan dan pak Singgih ada tiga. PSI, Partai Buruh, dan Partai Ummat,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Sinarbiyat kepada Radar Jogja, Senin (26/8).
Sinar menyatakan, dalam mengusung pasangan Afnan-Singgih pihaknya memang berencana untuk membuat koalisi besar. Sehingga selama ini partai berlambang garuda itu sangat terbuka dengan sejumlah partai.
Menurutnya, partai-partai yang sudah berkoalisi Partai Gerindra juga memiliki visi dan misi yang sama. Yakni untuk memenangkan pasangan Afnan-Singgih sebagai wali kota dan wakil kota periode 2024-2029.
“Kami tidak lama lagi akan mendeklarasikan pasangan calon,” tegas Sinar.
Selain Afnan-Singgih, pasangan Heroe Poerwadi dan Sri Widya Supena (Heroe-Pena) juga mendapatkan dukungan dari empat partai untuk maju di Pilkada 2024i. Yakni PAN (4 kursi) dan Partai Nasdem (4 kursi. Serta Partai Demokrat dan Partai Gelora yang diketahui tidak memiliki kursi.
Partai pengusung pasangan Heroe-Pena diketahui mengatasnamakan diri sebagai Koalisi Bersama Rakyat Jogja. Ketua Steering Committe (SC) Koalisi Bersama Rakyat Jogja Mohammad Sofyan menyampaikan, diusungnya pasangan Heroe-Pena bakal membawa semangat baru dalam pembangunan Kota Jogja.
Terlebih Heroe-Pena juga merupakan pasangan ideal dan tidak lahir dari kawin paksa. Keduanya pun sudah lama menjalin hubungan dan sama-sama membawa misi membangun Kota Jogja kearah yang lebih baik.
“Koalisi Bersama Rakyat Jogja sudah menyatakan kesiapannya dalam memenangkan pasangan Heroe-Supena,” tegas Sofyan.
Sementara itu, di PDI Perjuangan yang diketahui memiliki 11 kursi sampai saat ini belum mendeklarasikan untuk mengusung bapaslon maupun membentuk koalisi. Sektretaris DPC PDI Perjuangan Wisnu Sabdono Putro menyampaikan, pihaknya masih menunggu keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.
Baca Juga: Polbangtan YoMa Luluskan 308 Mahasiswa, Siap Jadi Penggerak Pembangunan Pertanian
Meskipun demikian, sejauh ini sudah ada beberapa kandidat yang mendaftar melalui partai berlambang banteng tersebut. Untuk bakal calon wali kota di antaranya Satya Bilal (Pengurus DPC), Gunawan Hartono (kader PDI Perjuangan) dan Wawan Harmawan.
Sementara untuk bakal calon wakil walikota, di antaranya Widi Praptomo Pengurus DPD PDI Perjuangan, Fokki Ardiyanto (Pengurus PAC PDI Perjuangan), serta Wirmon Samawi (kader PDI Perjuangan).
“Kami belum (mengusung calon), kalau tidak nanti siang atau nanti malam baru di umumkan,” beber Wisnu. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin