RADAR JOGJA - Jatuhnya korban jiwa dari petugas satlinmas pada Pemilu 2019 lalu menjadi evaluasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIJ. Upaya pengetatan cek kesehatan pun dilakukan bagi personel yang akan bertugas di Pilkada 2024.
Kepala Satpol PP DIJ Noviar Rahmad mengatakan, pada pemilu sebelumnya ada dua petugas satlinmas yang meninggal dunia. Sehingga antisipasi pun dilakukan agar dalam pilkada tahun ini tidak kembali jatuh korban jiwa, termasuk dari petugas satlinmas.
Menurut Noviar, upaya yang dilakukan Satpol PP DIJ adalah dengan melakukan cek kesehatan bagi personel satlinmas yang akan bertugas di pilkada. Untuk hal ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan KPU di tiap kabupaten/kota.
Dia mengungkapkan, di pilkada tahun ini ada 28.524 personel satlinmas yang bertugas di tempat pemungutan suara (TPS). Ketugasan mereka menjaga keamanan dan ketertiban selama pemungutan suara berlangsung dengan jumlah dua orang di satu TPS.
“Kejadian di tahun 2019 ada dua orang (petugas satlinmas) meninggal, maka kami persyaratkan harus pemeriksaan kesehatan bagi yang akan bertugas di TPS,” terang Noviar kemarin (25/8).
Selain memperketat cek kesehatan, ia juga menyatakan, pihaknya telah melakukan melakukan pembekalan terhadap petugas satlinmas. Materi yang diberikan tentang bagaimana peran mereka dalam antisipasi dan penanggulangan masalah di TPS .
Noviar menegaskan, dalam ketugasannya di Pilkada 2024 personel satlinmas memang mempunyai hak pilih. Namun dia berharap kepada satlinmas untuk tidak memihak atau menjadi tim sukses calon kepala daerah di TPS.
“Kami selalu tekankan netralitas bagi petugas satlinmas. Mereka memang punya hak pilih tapi tidak boleh memihak,” ungkap Noviar.
Sementara itu, Wakil Gubernur DIJ Paku Alam X berharap personel satlinmas dan Satpol PP bisa meningkatkan kesiapsiagaan menjelang pilkada. Sebab peran kedua lembaga itu cukup penting untuk menjaga ketertiban selama proses pesta demokrasi tersebut.
“Satpol PP dan Satlinmas harus siap mengawal proses demokrasi dengan menjaga keamanan dan ketertiban,” tegas Paku Alam. (inu/laz)
Editor : Satria Pradika