RADAR JOGJA - Kegiatan bertajuk Atraksi Seni digelar di Kampung Kerajinan Keparakan Kidul, Mergangsan, Kota Yogyakarta. Acara dipusatkan di Pendapa Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) Keparakan Kidul.
Sejumlah atraksi seni dan wisata itu seolah-olah menjadi mangnet bagi warga. Terbukti sejak siang hari, di lokasi sudah dipadati penonton dari beragam usia. Dari anak-anak hingga orang tua. Mereka antusias menyaksikan pentas kesenian yang berlangsung sejak siang hingga malam.
Atraksi seni diawali dengan penampilan tari-tarian pada siang hari. Ada tari Arimbi, kesenian Mataram Art, kesenian Putro Mataram dan Reog Javanis Mataram. Suasana semakin meriah dengan kehadiran Reog Suromenggolo. Acara ditutup dengan pagelaran wayang kulit yang mengangkat cerita Wiratha Parwa.
Ketua RT 54 Kepetakan Kidul Hari Rusnanto Surahmadi menjelaskan atraksi seni itu masih satu rangkaian dengan peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI. Biasanya warga hanya menyelenggarakan malam tirakatan. “Tahun ini ada perubahan dengan puncak acara diadakan terpisah,” jelas Hari di sela acara kemarin (24/8)
Atraksi seni yang mendapatkan fasilitasi Dinas Pariwisata DIY dan didukung dana keistimewaan itu mengangkat tema “Pesta Rakyat Lestari Budaya”. Kegiatan ini baru kali pertama diadakan warga Keparakan Kidul. Dengan didukung pemerintah daerah, dia ingin atraksi seni itu terus digelar sebagai ajang promosi pariwisata. “Kampung Keparakan ini dikenal sebagai sentra kerajinan kulit,” terangnya.
Ketua Pelaksana Atraksi Seni Kampung Kerajinan Keparakan Kidul Teguh Lindu Nugroho mengatakan, acara ini harapannya bukan hanya untuk pelestarian budaya. Namun juga mengangkat potensi pariwisata di Keparakan Kidul
Lurah Keparakan Yusuf Ahbari ingin berkembangnya sektor wisata bisa berdampak bagi warganya. Khususnya bisa mengangkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. “Pariwisata melibatkan sejumlah sektor. Banyak pihak yang bisa terlibat,” ujar Yusuf.
Harapan yang disampaikan lurah Keparakan itu cukup beralasan. Atraksi Seni itu tak hanya menampilkan berbagai kesenian. Namun di lokasi masyarakat juga membuka berbagai stan UMKM. Menyediakan berbagai kuliner. Suasana ini semakin menambah kemeriahan acara. Di sela menyaksikan acara, mereka juga membeli aneka dagangan yang dijual warga setempat. (ayu/kus)
Editor : Satria Pradika