JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Darah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan melaksanakan Vaksin Japanese Encephalitis (JE) pada September 2024.
Menyasar sekitar 600 ribuan anak berusia 9 bulan hingga 15 tahun.
Data terkahir dari Kemenkes pada Juli 2023 menyebutkan kasus JE di Infonesia sebanyak 145 kasus.
Sebanyak 30 di antaranya berada di Provinsi Kalimantan Barat.
Case Fatality Rate (CFR) penyakit tersebut mencapai 20-30 persen.
Dan 30-50 persen penderita yang bertahan hidup mengalami lumpuh, kejang, hingga kecacatan berat.
Maka, Pemerintah Pusat menyelenggarakan imunisasi JE yang baru diadakan di dua Provinsi.
Yakni Bali dan Kalimantan Barat. Pada tahun ini, DIY dipilih sebagai wilayah ketiga yang mendapatkan vaksin JE untuk mencegah penyakit JE.
Japanese Encephalitis (JE) adalah salah satu penyebab utama radang otak akibat infeksi virus.
Kepala Dinkes DIY Pembajun Setyaningastutie mengatakan pelaksanaan vaksin dilakukan bulan September-Oktober.
DIY termasuk satu satu daerah yang diberi kesempatan menyelenggarakan vaksinasi JE di tahun 2024.
"Untuk melindungi anak usia 9 bulan hingga 15 tahun dari radang otak, salah satunya itu sangat penting," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (23/8/2024).
Baca Juga: Pengalaman Edukasi Tentang Pertanian dan Budaya di Desa Wisata Brayut Sleman
Dinkes DIY menargetkan akan menyasar sekitar 600 ribu anak mendapatkan vaksin JE.
Bahkan, pihaknya kemungkinan akan membuka kesempatan bagi anak di luar KTP Jogja yang tinggal di DIY.
"Kasusnya memang tidak ada di DIY, kami antisipasi," tuturnya.
Ia mengatakan dampak anak yang terserang penyakit JE bisa membuat anak menjadi disabilitas.
Menurutnya virus yang menyerang otak merupakan penyakit yang sulit untuk diobati maka diperlukan langkah untuk mencegah.
"Kalau sudah disabilitas kan menjadi beban seumur hidup bagi dirinya, itu yang tidak kami inginkan," tandasnya.
Pembajun berharap penyelenggaraan vaksin JE di DIY bisa mencapai lebih dari 95 persen.
Masyarakat nantinya bisa mengakses vaksin JE secara gratis di setiap Puskesmas.
Selain itu, Posyandu nantinya juga akan dilibatkan dalam penyelenggaraan vaksinasi. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin