RADAR JOGJA - Seniman Didik Nini Thowok mementaskan pertunjukan seni hasil intepretasi dari serat centini di gelaran Artjog 2024 yang digelar di JNM Blok, Kamis (22/8). Penyair asal Perancis Elizabeth D Inandiak menjadi kolaborator dalam menyuguhkan karya kisah cinta Amongraga dan Tambangraras.
Pertunjukan dimulai sekitar 19.21 dan diawali dengan gending Jawa. Setting panggung pertunjukan berbentuk ruang kamar yang didalamnya ada sebuah tempat tidur seorang raja. Dinding tembok dibuat transparan dengan balutan kain yang tembus pandang. Permainan lampu pertunjukan tersebut mampu menambah suasana lebih sakral.
Didik membacakan isi serat Centini di depan kamar tidur. Make up warna lutih penuh menghiasi wajah Didik lengkap dengan baju kebaya hijau dan kondenya. "Make up putih artinya kosong tidak ada arti dan tidak bisa dimaknai dengan gender tertentu sesuai dengan representasi sifat kerendahan hati tokoh Centini," ujar Didik usai pertunjukan.
Elizabet meminang Didik menjadi aktor dalam pertunjukan karena menurutnya lekat dengan kepribadian Centini. Centini di representasikan sebagai tokoh yang rendah hati. "Elisabet melamar saya untuk terlibat dalam proses centini, karena ia menilai bisa mewakili sosok Centini," tuturnya.
Elizabet mengatakan proses membuat karya dari serat hingga menjadi pertunjukan melalui proses panjang. Terlebih serat Centini masih berbahasa jawa yang sebagai orang Perancis dirinya sulit untuk mengartikan. "Bahasa Jawa yang susah (dalam Serat Centini) sehingga saya bekerjasama dengan ahli bahasa Jawa," ujarnya.
Ia mengatakan Serat Centini merupakan karya cukup tebal yakni 1.200 halaman. Ia menilai banyak yang membawakan serat Centini namun hanya mencuplik beberapa baguan dan tidak memperhatikan alur. "Saat menggali ternyata Centini adalah tokoh utama suluk adiluhung Jawa tersebut," tandasnya.
Pertunjukan tari oleh didik juga menjadi bagian dari pertunjukan. Didik Nini Thowok bersama Elizabeth D Inandiak (narator), Anon Suneko (komposer), dan Sarah Diorita (performer) memadukan pertunjukan wayang golek dan lantunan tembang dari beberapa pupuh di dalam kisah tersebut dalam seni tari yang ekspresif. (oso/din)