Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Didhik Nini Thowok Pentaskan Serat Centini di Artjog 2024, Usung Kesetaraan Gender Hingga Kerendahan Hati Tokoh Centini

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 23 Agustus 2024 | 05:35 WIB
MEMUKAU: Didhik Nini Thowok saat menjadi Tokoh Centini dalam pertunjukannya di Artjog 2024 yang digelar di JNM Blok, Kamis (22/8).Agung Dwi Prakoso/Radar Jogja.
MEMUKAU: Didhik Nini Thowok saat menjadi Tokoh Centini dalam pertunjukannya di Artjog 2024 yang digelar di JNM Blok, Kamis (22/8).Agung Dwi Prakoso/Radar Jogja.


RADAR JOGJA - Seniman Didik Nini Thowok mementaskan pertunjukan seni hasil intepretasi dari serat centini di gelaran Artjog 2024 yang digelar di JNM Blok, Kamis (22/8). Penyair asal Perancis Elizabeth D Inandiak menjadi kolaborator dalam menyuguhkan karya kisah cinta Amongraga dan Tambangraras.


Pertunjukan dimulai sekitar 19.21 dan diawali dengan gending Jawa. Setting panggung pertunjukan berbentuk ruang kamar yang didalamnya ada sebuah tempat tidur seorang raja. Dinding tembok dibuat transparan dengan balutan kain yang tembus pandang. Permainan lampu pertunjukan tersebut mampu menambah suasana lebih sakral.


Didik membacakan isi serat Centini di depan kamar tidur. Make up warna lutih penuh menghiasi wajah Didik lengkap dengan baju kebaya hijau dan kondenya. "Make up putih artinya kosong tidak ada arti dan tidak bisa dimaknai dengan gender tertentu sesuai dengan representasi sifat kerendahan hati tokoh Centini," ujar Didik usai pertunjukan.


Elizabet meminang Didik menjadi aktor dalam pertunjukan karena menurutnya lekat dengan kepribadian Centini. Centini di representasikan sebagai tokoh yang rendah hati. "Elisabet melamar saya untuk terlibat dalam proses centini, karena ia menilai bisa mewakili sosok Centini," tuturnya.


Elizabet mengatakan proses membuat karya dari serat hingga menjadi pertunjukan melalui proses panjang. Terlebih serat Centini masih berbahasa jawa yang sebagai orang Perancis dirinya sulit untuk mengartikan. "Bahasa Jawa yang susah (dalam Serat Centini) sehingga saya bekerjasama dengan ahli bahasa Jawa," ujarnya.


Ia mengatakan Serat Centini merupakan karya cukup tebal yakni 1.200 halaman. Ia menilai banyak yang membawakan serat Centini namun hanya mencuplik beberapa baguan dan tidak memperhatikan alur. "Saat menggali ternyata Centini adalah tokoh utama suluk adiluhung Jawa tersebut," tandasnya.


Pertunjukan tari oleh didik juga menjadi bagian dari pertunjukan. Didik Nini Thowok bersama Elizabeth D Inandiak (narator), Anon Suneko (komposer), dan Sarah Diorita (performer) memadukan pertunjukan wayang golek dan lantunan tembang dari beberapa pupuh di dalam kisah tersebut dalam seni tari yang ekspresif. (oso/din)

Editor : Satria Pradika
#Tokoh Centini #Didhik Nini Thowok #kisah cinta #ARTJOG 2024 #JNM Blok #kesetaraan gender #Tambangraras #Amongraga