JOGJA - Pemerintah Provinsi (Pemrov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluhkan 378 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang disetujui Pusat belum memenuhi kebutuhan jumlah PNS di Pemprov DIY.
Tenaga bantuan (Naban) dan outsourcing pun dimaksimalkan untuk menutupi kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Sebanyak 378 formasi yang dibuka oleh Pemprov DIY terbagi menjadi dua.
Yakni tenaga teknis (325 formasi) dan tenaga kesehatan (19 formasi).
Untuk tenaga teknis juga dibuka khusus untuk disabilitas sebanyak 8 formasi.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Beny Suharsono mengatakan, fokus tahun ini adalah pada tenaga teknis.
Namun jumlah tersebut dirasa masih kurang untuk memenuhi SDM.
Itu lantaran rekrutmen CPNS di Pemprov DIY sudah lama tidak diselenggarakan.
Yang menyebabkan angka pensiun dengan SDM baru tidak berimbang.
"Sangat-sangat tidak cukup, terakhir penerimaan (CPNS) sekitar 5-6 tahun lalu," ujarnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (20/8/2024).
Untuk menutup kekurangan SDM, Beny mengakalinya dengan memaksimalkan tenaga bantuan (naban) dan outsourcing.
Selain itu, pemanfaatan teknologi juga diperkuat untuk mempercepat proses kerja di setiap bidang.
"Kami sadar bahwa satu program tidak mampu ditangani satu instansi. Maka dari itu perlunya kolaborasi supaya lebih ringan, karena SDM semakin habis," jelasnya.
Selanjutnya, berdasarkan pengumuman resmi Pemprov DIY, pendaftaran dimulai 20 Agustus 2024 sampai 6 September 2024.
Tahapan hingga penetapan dilakukan sampai 22 Februari 2024 hingga 23 Maret 2025.
"Pesan pak Gubernur (Hamengku Buwono X) jaga integritas, kejujuran, dan akuntabilitas dalam proses seleksi," tandasnya.
Ia juga menegaskan kepada para pendaftar agar tidak mudah percaya dengan iming-iming masuk jalur instan.
Hal tersebut untuk mendapatkan calon pegawai yang berintegritas dan jujur.
"Jangan mempercayai siapapun, termasuk calo-calo," bebernya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin