RADAR JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyebut fenomena suhu dingin atau bediding bakal terus terjadi hingga akhir Agustus nanti. Masyarakat pun diimbau mewaspadai berbagai potensi penyakit yang timbul.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan, fenomena bediding memang kerap muncul pada musim kemarau. Untuk suhu terdingin biasanya semakin terasa menusuk saat memasuki puncak-puncak musim kering itu.
Dari catatan BMKG, suhu terendah di Jogjakarta mencapai 16,6 derajat celcius pada 11 Agustus lalu. Menurutnya, suhu dingin juga akan terus terasa selama bulan ini. Kemudian berangsur menghangat ketika memasuki bulan September.
"Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, untuk di bulan Agustus ini memang yang paling dingin. Rekor suhunya di 16,6 derajat. Tahun lalu berada di kisaran 18 derajat celcius," ujar Reni saat dikonfirmasi Kamis (15/8).
Ia melanjutkan, terjadinya fenomena bediding disebabkan oleh pergerakan massa udara dari Australia yang membawa udara dingin dan kering lalu melewati wilayah Indonesia. Angin itu diberi nama monsoon dingin Australia.
Kondisi itu membuat kandungan air di dalam tanah menipis. Sehingga membuat kandungan uap air pun berkurang, yang kemudian membuat kelembaban udara menjadi rendah.
"Selain itu tutupan awan saat ini juga relatif sedikit. Sehingga pantulan panas yang diterima dari sinar matahari tidak tertahan oleh awan, namun langsung terlepas dan hilang ke angkasa," terang Reni.
Terpisah, Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengimbau gar masyarakat mewaspadai berbagai potensi penyakit selama masa bediding. Adapun infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan diare merupakan jenis penyakit kerap muncul.
Kondisi itu, sebut Endang, tentu harus menjadi perhatian masyarakat. Sebab, penyakit ISPA dan diare tidak jarang mengganggu aktivitas. Upaya pencegahannya dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Oleh karena itu perlu mencuci tangan menggunakan sabun, serta konsumsi konsumsi gizi seimbang. Sebab di awal musim kemarau cenderung mudah terserang penyakit ISPA dan diare," bebernya. (inu/laz)