RADAR JOGJA - Ketua Pengda Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) DIJ Gandung Parjiyono menyebut, fight club secara tidak langsung bisa memasyarakatkan olahraga tinju ke anak muda. Selain itu, digunakan Pertina DIJ untuk mencari bibit atlet baru.
Fight club, lanjutnya, memiliki misi yang sama dengan Pengda Pertina DIJ. Bertujuan untuk mewadahi anak-anak muda yang mempunyai energi lebih agar tidak disalurkan di jalanan. "Karena pada prinsipnya fight club masih di bawah pengurus Pengda kami," ucapnya.
Gandung juga menyatakan bahwa para peserta yang mengikuti ajang Fight Club itu tidak asal-asalan. Sebab semua itu sudah ada aturan resminya, seperti ada pengecekan alat, kesehatan, serta berat badan fighter.
Menurut Gandung, awal mula kemunculan fight club dari sebuah event organizer (EO) yang mempunyai ide untuk mewadahi anak-anak klithih agar bisa bertarung di dalam ring. Lalu dari pihak kepolisian juga meminta agar ajang ini bisa berdiri dengan adanya cabang olahraga (cabor) yang membawahi. "Karena olahraganya adalah tinju, maka EO itu memilih Pertina DIJ untuk bekerja sama," lontarnya. (ayu/eno)
Editor : Satria Pradika