RADAR JOGJA - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Teknik (FT) UAJY berkolaborasi dalam public lecture bertema agrikultur. Agenda ini membahas hal-hal dalam konteks agraria yang ditujukan ke masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Khususnya yang ada di DIY.
Dekan FISIP UAJY Victoria Sundari Handoko mengatakan, dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional hingga menciptakan regenerasi petani, sangat dibutuhkan inovasi dan modernisasi pada sektor pertanian. "Kami dorong adanya inovasi dan modernisasi, baik dalam program, alat atau metode," katanya Rabu (7/8).
Sundari menilai, petani jadi salah satu komponen penting. Namun aspek di sektor pertanian juga harus terus ditingkatkan untuk membantu efektivitas dan produktivitas petani. "Petani berdaya, maka Indonesia berjaya," serunya.
Keberlanjutan aspek agrikultural dan sektor pertanian harus jadi hal yang disadari dan diperjuangkan oleh banyak pihak. Apalagi ketersediaan lahan saat ini juga kian berkuang. "Keberadaan petani sangat penting sebagai aktor dalam mempertahankan sumber daya pangan," ucapnya.
Penuturan lain datang dari Dosen Universitas Melbourne Thomas Reuter. Menurutnya, adanya praktik pertanian dengan skala kecil juga sangat dibutuhkan untuk menanggapi keterbatasan lahan yang terjadi. "Pertanian skala kecil justru bermanfaat dan punya dampak besar di masa mendatang," bebernya.
Salah satu keunggulan dari sektor pertanian skala kecil adalah, memungkinkannya para petani untuk menanam berbagai jenis tanaman secara lebih variatif. "Dibanding petani besar, petani kecil ini mampu memunculkan hasil yang lebih variatif, dan bisa membantu ketahanan pangan," lontarnya.
Pada public lecture tersebut, tidak saja jadi ajang diskusi antarakademisi. Namun, turut dilibatkan juga kelompok-kelompok tani di wilayah DIY. Antara lain Paguyuban Nayantaka, Lingkar Organik, Sri Rejeki, Kompak-Yo, Bulak Kunden, dan kelompok wanita tani. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika