Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sampah Liar di Bangunharjo, Sewon, Bantul Menumpuk Sebulan, Warga Bingung Lokasi Pembuangan Baru

Khairul Ma'arif • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 02:40 WIB
BERSERAKAN: Sampah di tepi Jalan Parangtritis wilayah Bantunharjo, Sewon, Bantul yang sudah menumpuk sejak sebulan lalu (2/8).Khairul Ma
BERSERAKAN: Sampah di tepi Jalan Parangtritis wilayah Bantunharjo, Sewon, Bantul yang sudah menumpuk sejak sebulan lalu (2/8).Khairul Ma

RADAR JOGJA - Lambatnya pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Kabupaten Bantul berdampak pada munculnya titik pembuangan sampah liar. Seperti yang terjadi di Padukuhan Salakan, Bangunharjo, Sewon.


"Sebulan terakhir ini tumpukan sampah itu belum diangkut," ujar Lurah Bangunharjo Nur Hidayat Jumat (2/8).
Selama ini, masyarakatnya sudah tujuh kali membersihkan tumpukan sampah di lokasi tersebut. Minimnya kesadaran masyarakat yang membandel tetap membuang sampah di titik liar tersebut.


Dikatakannya, ketika sudah dibersihkan warganya itu hanya bertahan sehari. Tumpukan sampah akan kembali terjadi. Tidak hanya itu, upaya lainnya sudah dilakukan dengan pernah menggandeng kepolisian dan satpol PP untuk menjaga lokasi tersebut. Tidak tanggung-tanggung digunakan sistem tiga kali ronda.


"Namun hasilnya sungguh tidak menggembirakan, anggaran kami sudah habis-habisan untuk penanganan sampah," ujarnya.
Lokasinya yang juga berada di tepi jalan provinsi, kini kewenangan untuk membersihkan sampah dipasrahkan ke dinas lingkungan hidup (DLH). Biasanya, pengangkutan dari DLH Bantul dilakukan 1-2 kali dalam sepekan.


Meski demikian, gotong royong untuk membersihkan sampah sempat diagendakan warga. Hanya saja diurungkan. Karena sampah yang terkumpul, tidak tahu dibuang ke mana.


Dia memastikan, mayoritas orang yang buang sampah ke wilayahnya itu merupakan dari luar Bangunharjo. Pun lokasi tersebut, telah menjadi titik pembuangan sampah liar sejak empat tahun lalu. “Pemilik lahannya sudah diperingatkan agar lahan kosong tersebut dimanfaatkan atau segera dibangun," bebernya.


Terpisah, Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengaku, tim teknisnya akan mengecek ke lapangan untuk segera menjadwalkan pengangkutan sampah.

Bantul yang saat ini darurat sampah, dia berharap agar masyarakat bisa untuk mengolah sampah masing-masing. Terlebih dengan pembangunan tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) Srimulyo, Piyungan yang dibatalkan. “Mendapat penolakan besar dari warga,” sebutnya. (rul/eno)

 

Editor : Satria Pradika
#kabupaten bantul #TPST #Satpol PP #Bantul #Sampah #Sampah Liar