Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cerita Wahyu Wibowo Mengembangkan Kerajinan Kayu Nagasari Galihsari Art, Dipercaya Bertuah, Kerajinan Tasbih dan Gelang Diminati Pasar Ekspor

Iwan Nurwanto • Kamis, 1 Agustus 2024 | 14:35 WIB
Wahyu Wibow .DOKUMENTASI PRIBADI WAHYU WIBOWO
Wahyu Wibow .DOKUMENTASI PRIBADI WAHYU WIBOWO

RADAR JOGJA - Bagi sebagian orang kayu nagasari memiliki kekuatan mistis. Di tangan orang kreatif seperti Wahyu Wibowo jenis kayu tersebut disulap menjadi berbagai jenis kerajinan. Peminatnya pun tidak hanya kelas lokal, namun juga merambah internasional.


Iwan Nurwanto, Jogja


Mesua ferrea L adalah nama ilmiah dari pohon nagasari. Bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Jawa dan Bali pohon tersebut dipercaya memiliki kekuatan supranatural atau bertuah. Sehingga tidak jarang pohon tersebut memiliki ekonomi yang cukup tinggi karena kini keberadaannya cukup langka.

Kerajinan Kayu Nagasari Galihsari Art.DOKUMENTASI PRIBADI WAHYU WIBOWO
Kerajinan Kayu Nagasari Galihsari Art.DOKUMENTASI PRIBADI WAHYU WIBOWO


Bowo sapaan akrab Wahyu Wibowo sejak kecil telah memiliki hobi mencari dan mengoleksi berbagai jenis kayu langka. Dia pun juga memiliki keahlian untuk mengubah kayu menjadi berbagai kerajinan.


Gelar spesial yang melekat pada kayu nagasari pun coba dimanfaatkan oleh Bowo untuk dibuat menjadi beberapa benda. Hasilnya bisa berupa gelang ukir, liontin, dan tasbih. Pembuatan benda-benda tersebut dilakukan di galeri Galihsari Art yang beralamat di Keparakan Lor, Mergangsan, Kota Jogja.


Dia mengaku, fokus membuat berbagai kerajinan dari kayu nagasari sejak 2013 lalu. Usai mengundurkan diri dari pekerjaannya di bidang quality control pada sektor impor ekspor produk kayu. “Saya fokus membuat kerajinan dari kayu nagasari karena melihat potensi pasarnya,” ujar Bowo, Selasa (30/7).


Diakuinya, hasil kerajinan dari kayu nagasari memang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Untuk gelang dihargai Rp. 500 ribu. Sementara untuk tasbih bisa mencapai kisaran Rp. 1,5 juta. Hal itu tidak lepas dari langkanya jenis kayu tersebut.


Bowo pun mengaku, kalau proses pembuatan kerajinan dari kayu nagasari juga tidak mudah. Sebab terkadang hasil kerajinan dari kayu tersebut berupa benda-benda kecil. Sehingga perlu ketelitian tinggi.


Bahkan untuk mencari bahan baku kerajinan kayu nagasari pun dirinya juga tidak jarang harus bepergian dari wilayah Jawa hingga Bali. Harga kerajinan kayu nagasari bisa semakin mahal dan diminati apabila berasal dari tempat-tempat khusus. Misalnya makam keramat.


Menurut dia, kayu nagasari yang berasal dari tempat keramat dipercaya memiliki kekuatan magis bagi pemakainya. Contohnya dapat memberikan aura positif dan kepercayaan diri.

Bahkan peminat kerajinan dari kayu tersebut tidak hanya dari pembeli domestik saja. Namun tidak jarang Bowo juga menerima pesanan hingga mancanegara. “Saya sendiri pernah mengirim ke negara Singapura, Malaysia, dan Sidney,” terangnya. (pra)

Editor : Satria Pradika
#Nagasari Galihsari Art #gelang #tasbih #bali #Pasar Ekspor #jawa #kerajinan kayu #makam keramat