Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Omzet Teras Malioboro (TM) 1 Jogja Melambung, TM 2 Justru Limbung, Setahun Pedagang Bisa Raup Rp 13,1 Miliar

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 31 Juli 2024 | 05:50 WIB
BERKEBALIKAN: Pedagang merapikan cenderamata yang dijual di Teras Malioboro (TM) 1,  Kota Jogja, kemarin (30/7). Pendapatan para pedagang di TM 1 dalam satu tahun terakhir  menembus Rp 13,1 miliar
BERKEBALIKAN: Pedagang merapikan cenderamata yang dijual di Teras Malioboro (TM) 1, Kota Jogja, kemarin (30/7). Pendapatan para pedagang di TM 1 dalam satu tahun terakhir menembus Rp 13,1 miliar

 

RADAR JOGJA - Pedagang yang menempati Teras Malioboro (TM) 1 maupun TM 2 dulunya sebagian besar merupakan PKL di sepanjang kawasan Malioboro. Lokasi TM 1 merupakan bekas gedung Bioskop Indra. Sedangkan TM 2 sebelumnya dipakai kantor Dinas Pariwisata DIY.


Kini setelah dua tahun, kondisi pedagang TM 1 dan TM 2 bak bumi dengan langit. Suasana di TM 1 terlihat lebih bergairah. Ramai dikunjungi orang. Kondisi sebaliknya dialami mereka yang berada di TM 2.

GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA


“Jumlah kunjungan di TM 1 selalu meningkat,” ucap Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Layanan Bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Dinas Koperasi dan UKM DIY Hellen Phornica Selasa (30/7).


Hellen mengaku memiliki data jumlah pengunjung di TM 1 sejak 2022, 2023, hingga 2024. Demikian pula dengan omzet para pedagang. Soal pengunjung pada 2022 dikunjungi sebanyak 2.766.753 orang. Setahun kemudian pada 2023 meningkat sejumlah 2.880.796. Adapun pada semester pertama 2024 terjadi peningkatan secara signifikan. “Tahun ini dari Januari-Juli mencapai 3.045.665 pengunjung," bebernya.


Kenaikan jumlah pengunjung juga diikuti dengan bertambahnya omzet pedagang. Hellen bersama jajarannya mencatat pendapatan pedagang di TM 1 setiap satu semester. Atau saban enam bulan sekali.


Datanya pada Januari sampai dengan Mei 2023, omzet tercatat Rp 4,6 miliar. Itu didasarkan atas data 318 pedagang. Jumlah itu terus melambung. Bertambah lagi pada semester kedua, Juni-Desember 2023 menjadi Rp 8,4 miliar. “Kami ambil sampel dari 559 pedagang,” paparnya. Berdasarkan data tersebut, selama setahun sepanjang 2023 omzet pedagang di TM 1 menembus angka Rp 13, 1 miliar.


Kondisi sebaliknya terjadi di TM 2. Pengelolaan TM 2 tidak dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM DIJ sebagaimana TM 1. Namun ada di bawah UPT Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kota Jogja. Sejauh tak ada catatan resmi menyangkut nilai omzet pedagang di TM 2. “Kami kesulitan untuk mendapatkan itu karena dinamika yang tinggi sekali,” tutur Kepala UPT Cagar Budaya Ekwanto.


Terkait data, Ekwanto menyebut pendataan kali terakhir diadakan enam bulan silam. Hanya segelintir pedagang yang bersedia memberikan keterangan omset mereka. Keengganan pedagang karena munculnya dinamika di lapangan. Kondisinya masih hangat.


“Saat petugas kami meminta data tidak dikasih,” cerita birokrat yang tinggal di Kalasan, Sleman ini. Meski beberapa kali menyebut adanya dinamika, Ekwanto tak merinci apa yang dimaksud dinamika tersebut.
“Kami (dulu, Red) baru mau mulai mendata, tapi seperti pada umumnya mereka seakan-akan menutupi data yang kami tanyakan,” terangnya.

Baca Juga: Pagar Teras Malioboro  2 Digembok, Malioboro Memanas, Pedagang Ngotot Bisa Jualan di Selasar


Dari pengamatan Ekwanto, selama dua tahun ini jumlah supplier kaos dan suvenir yang hilir mudik keluar masuk di TM 2 terhitung cukyp banyak. Ada perputaran barang yang luar biasa. Dalam sehari pengunjung TM 2 mencapai antara 4.000 hingga 5.000 orang.


Sedangkan saat akhir pekan atau hari libur bisa menembus 10 ribu hingga 15 ribu pengunjung. Namun demikian, Ekwanto lagi-lagi mengaku kesulitan memperoleh data pendapatan para pedagang TM 2.


Ketua Koperasi Tri Dharma Arif Usman mengaku belum meneliti secara mendalam seputar jumlah pendapatan pedagang di TM 2. Hanya saja, fakta di lapangan menunjukan pedagang justru limbung. Omzet dagangan menurun drastis dibandingkan saat masih berdagang di selasar Malioboro.


“Pendapatan banyak pedagang anjlok,” tutur Arif. Anjloknya pendapatan pedagang di TM 2, lanjut dia, secara aktual dan faktual nyata terjadi. Tidak bisa ditutup-tutupi. Beberapa pedagang dalam perbincangan dengan Radar Jogja mengaku dagangannya mengalami lesu.


Sulit laku. Itu terjadi sejak menempati TM 2 pada 2022 silam. Di antara mereka memberikan ilustrasi dalam sehari belum tentu kedatangan pembeli. “Sehari saya pernah laku satu daster,” keluh seorang pedagang pakaian.


Mereka tak terbayang bila harus kembali menjalani relokasi jilid dua di kawasan Ketandan, belakang toko Ramayana yang letaknya menjorok ke dalam dari kawaan Malioboro. “Apakah nantinya pengunjung masih berminat datang,” cerita seorang pedagang yang tinggal di Bantul. (oso/kus/laz/din)

Editor : Satria Pradika
#teras malioboro #Dinas Pariwisata DIY #pedagang #UMKM #Malioboro