Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Buru Pembawa Sajam Penyebab Mahasiswa Unisa Jogja Jatuh dan Meninggal Dunia, Polisi Periksa Lima Saksi dan Rekaman Tiga CCTV

Gregorius Bramantyo • Selasa, 30 Juli 2024 | 04:35 WIB

 

Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Probo Satrio.Gregorius Bramantyo/Radar Jogja
Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Probo Satrio.Gregorius Bramantyo/Radar Jogja

RADAR JOGJA - Polresta Jogja masih mendalami kasus kematian mahasiswi Universitas Aisyiyah (Unisa) Jogyakarta, Ulfiyah Fadhilah Abdul. Ulfiyah meninggal karena kecelakaan saat menghindari aksi klithih yakni orang membawa senjata tajam (sajam) di Jalan Kusumanegara, Kota Jogja, Sabtu (20/7) dini hari.


Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Probo Satrio mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap lima saksi. Termasuk rekan korban berinisial MRS yang selamat dari kecelakaan.


Ia menjelaskan, saksi pada saat kejadian cukup minim. Sehingga polisi berupaya mengumpulkan sejumlah bukti dari rekaman CCTV. "Ini sudah mengerucut, mudah-mudahan segera bisa kami ketahui pelaku yang membawa sajam di tengah jalan,” katanya kepada wartawan Senin (29/7).


Polisi sendiri saat ini sudah mendapatkan rekaman dari CCTV dari tiga titik. Probo menyebut, sebenarnya ada beberapa CCTV lain di sekitar lokasi kejadian. Namun sedang dalam posisi mati. “Barang bukti sementara ada motor korban, baju, dan rekaman CCTV,” ucapnya.
Probo sendiri menyebut, pihaknya tidak bisa memastikan apakah kedua terduga pelaku keluar dari asrama mahasiswa atau tidak. Sebab area di dalam asrama tidak terpantau oleh CCTV.


Oleh sebab itu, polisi juga belum dapat memastikan apakah di dalam asrama ada keributan atau tidak. Polisi belum mendapatkan keterangan dari saksi soal adanya kemungkinan keributan yang membuat adanya pelaku yang mengayunkan sajam di tengah jalan. "Arahnya memang dari timur, terbuka kemungkinan itu (pelaku) dari dalam (asrama)," jelas Probo.


Dari pemeriksaan sementara, diketahui jika dua orang pemuda yang salah satunya membawa sajam berupa parang tersebut tidak keluar dari asrama mahasiswa di dekat lokasi kecelakaan tunggal ini.


“Memang itu (pelaku) dari arah timur, tapi ada dua saksi yang mengatakan, termasuk saksi yang jadi korban, pelaku masuk kembali ke asrama,” tambah perwira setingkat mayor ini.


Ia mengatakan, setelah korban menabrak pembatas jalan, pelaku kemudian masuk ke dalam asrama. Meski begitu, Probo belum dapat memastikan apakah pelaku merupakan warga asrama mahasiswa atau bukan.


"Ada saksi yang bilang begitu. Tapi kan masuk ke situ (asrama) belum tentu juga orang situ. Mungkin dia sembunyi atau apa,” ujar Probo.
Ia menyebut, pelaku dapat dikenakan delik pidana. Sebab dari kedua pelaku, salah satunya mengayunkan sajam di tengah jalan. Hal itu menjadi penyebab adanya kecelakaan yang menewaskan mahasiswi Unisa itu. "Itu kan jadi penyebab juga. Kalau dia tidak bawa sajam, tidak mungkin akan terjadi peristiwa itu," ungkapnya.


Selain itu, Probo juga menyebut korban yang sedang berboncengan motor kurang berhati-hati dalam berkendara. Selain karena tidak mengenakan helm, korban memilih untuk menerobos pelaku. Sementara pengendara lain justru memilih untuk berbalik arah.


Dari keterangan yang sudah didapat polisi, kata Probo, identitas pemuda yang membawa sajam sudah mengerucut. Sementara alasan pencarian pemuda lantaran ia menjadi salah satu penyebab kecelakaan maut ini. "Kami lakukan penyelidikan terus. Ini sudah hampir mengerucut, mudah-mudahan segera kami ketahui," tandas Probo. (tyo/laz)

Editor : Satria Pradika
#jatuh #unisa #meninggal dunia #CCTV #mahasiswa unisa