Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinas Pariwisata DIY Dorong Ekonomi Lokal Lebih Efektif: Tren Lama Tinggal Wisatawan di Jogja Harus Ditingkatkan

Gregorius Bramantyo • Senin, 29 Juli 2024 | 22:33 WIB
Suasana Pantai Parangtritis, yogyakarta, Senin (29/7/2024).
Suasana Pantai Parangtritis, yogyakarta, Senin (29/7/2024).

JOGJA – Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY berupaya meningkatkan length of stay dan spending money wisatawan.

Walaupun pergerakan kunjungan wisatawan perlahan pulih sejak pandemi, namun length of stay dan spending money masih perlu dimaksimalkan untuk menggerakkan perekonomian lokal supaya lebih efektif.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinpar DIY Anita Verawati mengatakan, pihaknya mencatat rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara (wisman) ada di angka 2,4 hari.

Sementara wisatawan domestik di angka 1,5 hari.

Sedangkan untuk belanja atau spending money wisman menghabiskan 600 dollar AS per kunjungan dan wisatawan domestik sebanyak Rp 2,2 juta.

"Target kami untuk 2024 ini belanja wisman bisa 670 dollar AS dan domestik Rp 2,4 juta," katanya, Minggu (28/7/2024).

Ia menyebut, pergerakan wisman yang datang ke DIY sejak Juli hingga September mendatang diprediksi akan terus menunjukkan tren yang meningkat.

Didorong oleh adanya masa liburan musim panas di sejumlah negara luar negeri.

Dinpar DIY berharap program wisata dan atraksi di malam hari bisa menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan length of stay dan spending money wisatawan.

Sebab wisatawan selama ini hanya terpusat di kawasan Malioboro pada malam hari. Baik itu wisman maupun domestik.

"Kami sangat mengapresiasi kalau ada atraksi di malam hari. Karena biasanya wisatawan ke Jogja itu pada bingung kalau malam hari mau ke mana," ujar Vera.

Ia menyebut, jumlah kunjungan wisata ke DIY setiap tahun selalu menunjukkan tren yang positif sejak pandemi Covid-19.

Namun menurutnya, mass tourism yang optimal perlu diikuti dengan quality tourism.

Supaya masyarakat bisa merasakan dampaknya.

"Pada quality tourism ini di dalamnya ada belanja dan lama tinggal wisatawan, di mana itu masih kurang optimal. Makanya perlu event dan atraksi yang bisa memaksimalkan keduanya," jelas Vera.

Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat jumlah kunjungan wisman ke DIY pada Bulan Mei 2024 naik sebesar 28,82 persen dibandingkan April 2024.

Dari 8.790 kunjungan menjadi 11.323 kunjungan.

Sementara tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di DIY pada Mei 2024 sebesar 61,89 persen.

Naik 13,25 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya. Sedangkan TPK hotel non bintang sebesar 27,00 persen, naik 2,64 poin dibandingkan TPK Bulan April 2024.

Kepala BPS DIY Herum Fajarwati menyebut, rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang pada Mei 2024 mencapai angka 1,52 malam.

Naik 0,05 poin bila dibandingkan bulan sebelumnya.

“Rata-rata lama menginap tamu di hotel non bintang pada Mei 2024 mencapai 1,16 malam. Tidak ada perubahan dibandingkan bulan sebelumnya,” katanya.

Herum menyampaikan, kenaikan jumlah kunjungan wisman tertinggi terjadi pada wisatawan dari Malaysia dengan kenaikan sebesar 116,67 persen dibanding April 2024.

Sementara itu, apabila dibandingkan dengan Mei 2023, tingkat kunjungan wisatawan mancanegara pada Mei 2024 mengalami kenaikan 38,76 persen.

“Kenaikan paling tinggi berasal dari Tiongkok sebesar 76,97 persen,” ungkapnya. (tyo)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#domestik #Ditingkatkan #Pariwisata #Dinas Pariwisata DIY #lama tinggal #Wisatawan #Mancanegara #Ekonomi