Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pamer Aktivitas Olahraga Lari di Media Sosial untuk Tinggalkan Jejak Digital Mengukur Kemampuan Diri

Muhammad Hafied • Sabtu, 27 Juli 2024 | 15:10 WIB

 

TAK PERNAH ABSEN: Ginanjar Subekti, 34, pelari asal Desa Kebadongan, Klirong, Kebumen saat ikut dalam berbagai kompetisi lari bergengsi. (Dokumentasi Pribadi)
TAK PERNAH ABSEN: Ginanjar Subekti, 34, pelari asal Desa Kebadongan, Klirong, Kebumen saat ikut dalam berbagai kompetisi lari bergengsi. (Dokumentasi Pribadi)

RADAR JOGJA - Fenomena pamer aktivitas olahraga lari kini juga menjadi tren di Kebumen. Para pecinta lari pun cukup telaten mengunggah berbagai aktivitas. Baik saat lari sendiri atau ikut andil dalam suatu event.

Tak jarang, unggahan foto maupun video mereka mewarnai berbagai ruang digital. Rerata dari mereka terlihat eksis di media sosial usai mengikuti event lari bergengsi. Mereka pamer foto lengkap mengenakan jersey khusus dengan nomor pada bagian dada.

Sebagian ada yang mengunggah foto ketika berada di track atau jalur lintas lari. Paling populer adalah saat pelari sedang di depan garis finish. Foto tersebut menunjukkan bahwa si pelari telah menyelesaikan misi dalam satu gelaran olahraga. "Misi utama itu sehat. Tapi rasanya eman-eman kalau ikut event lari tidak diabadikan," kata pelari asal Desa Kebadongan, Klirong, Kebumen Ginanjar Subekti kemarin (26/7).

Pria 34 tahun itu mengaku, mengunggah aktivitas lari di media sosial sebenarnya bukan didasari ingin tampil eksis. Justru, kata dia, dari unggahan foto tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi dirinya maupun orang lain. Intinya, agar semakin semangat berolahraga dan memulai gaya hidup sehat. "Syukur bisa menginspirasi orang lain bahwa olahraga itu penting," ujarnya.

Terbukti, dari beberapa unggahan foto dirinya ketika sedang lari, banyak rekan dan kerabat merasa penasaran. Kemudian, mereka tertarik untuk ikut olahraga lari. "Kadang pas posting ada yang tanya. Itu di mana? biaya berapa? Akhirnya teman saya ikut, walaupun lari jarak pendek dulu," kata Ginanjar.

Bagi Ginanjar, hal terpenting ketika mengunggah dokumentasi lari adalah untuk meninggalkan jejak digital. Dari jejak digital tersebut, dia dapat mengukur kemampuan dan pencapaian lari secara berkala. "Buat jadi kenangan aja. Saya bisa ukur, lihat foto tahun lalu cuma bisa lolos 10 kilometer. Tahun depan harus sampai titik 21 kilometer," tuturnya. (fid/eno)

 

Editor : Satria Pradika
#finish #ginanjar #olahraga lari