Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pakar Kesehatan Olahraga UNY Wara Kushartanti Sebut Lari dengan Ritme Selang-seling Lebih Baik

Satria Pradika • Sabtu, 27 Juli 2024 | 15:05 WIB

 

Pakar Kesehatan Olahraga UNY Prof Wara Kushartanti  (Dokumentasi Pribadi)
Pakar Kesehatan Olahraga UNY Prof Wara Kushartanti (Dokumentasi Pribadi)

RADAR JOGJAPace merupakan istilah untuk mengukur kecepatan atau tempo lari per kilometer. Semakin kecil nilai pace, menunjukkan cepatnya lari yang dilakukan. Namun hal ini tidak sepenuhnya baik. Sebab menurut pandangan Pakar Kesehatan Olahraga UNY Prof Wara Kushartanti, ritme lari sebaiknya dilakukan selang-seling atau berganti-ganti.


"Antara lari yang cepat kemudian melambat, cepat dan melambat lagi, dan seterusnya," kata Wara.

Ritme lari seperti ini, lanjutnya, memiliki efek baik untuk kebugaran dan kesehatan. Terutama pada pembuluh darah dan jantung. Lebih baik dari pada lari dengan intensitas tinggi tanpa henti. "Jadi istilahnya high intensity interval training (HIIT)," ujarnya.

Baca Juga: Lari 14 Km, Yusaku Yamadera Finis Pertama, PSIM Jogja Genjot Latihan Fisik di Kawasan Kaliurang

Bisa menjadi alternatif HITT untuk latihan dengan durasi singkat. Misalnya lari ritme tinggi dengan waktu 30 menit. Efeknya sama dengan lari selang-seling selama 20 menit. Lebih hemat waktu dan mengurangi lelah.


Kata dia, dari segi fisik lari pagi hari lebih efektif daripada waktu sore. Di pagi hari oksigen masih tebal. Berbeda dengan sore hari untuk bernapas menjadi berat karena oksigen lebih rendah.

"Pace lari antara laki-laki dan perempuan sama saja tergantung individu. Tapi sebelum lari harus peregangan terlebih dahulu," imbaunya.

Mengacu pada rekomendasi WHO atau organisasi kesehatan dunia, durasi waktu lari ideal adalah 100 menit per minggu. "(Bisa, Red) disebar setiap hari minimal lari 10 menit. WHO tidak bicara jarak tapi menit," ucapnya. (gun/eno)

 

Editor : Satria Pradika
#Prof Wara Kushartanti #lari #pace