RADAR JOGJA – Pemandangan yang tidak biasa terlihat di sebuah gang kecil di Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Jogja. Sejumlah mural bertema antariksa, luar angkasa dan astronomi terlihat menghiasi dinding rumah warga di RT 46 RW 10 Gedongkiwo.
Kampung ini baru saja diresmikan sebagai Kampung UFO. Bertepatan dengan peringatan Indonesia UFO Day atau Hari UFO Nasional pada 21 Juli.
Direktur Indonesia Space Science Society (ISSS) Venzha Christ mengatakan, Kampung UFO merupakan kolaborasi komunitas seni dan warga setempat untuk mengadakan kegiatan keilmuan dalam ranah astronomi dan sains antariksa bagi warga secara gratis.
Kampung ini juga menjadi pilot project pertama di Indonesia. Mereka menginisiasi Kampung UFO sebagai bahasa untuk mempelajari alam semesta. “Jadi kesadaran kosmologis itu yang ingin kami bawa untuk masyarakat agar bisa menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing,” ujarnya, Minggu (21/7).
Ide Kampung UFO ini diinisiasi oleh warga RT 46 bersama dengan Indonesia UFO Network (IUN) dengan tema “Mari Menjaga Planet Bumi”. Venzha menjelaskan, kegiatan ini adalah bagian dari aktivitas sosial oleh banyak seniman dan aktivis lingkungan untuk menyosialisasikan kebersihan lingkungan tempat tinggal. Seperti membuang sampah dan memelihara alam sekitar.
Seniman graffiti yang terlibat adalah “bigbang_k_20” yang menampilkan ide-ide cerita dan narasi luar angkasa. Dibalut dengan elemen keseharian yang ditemui di kampung-kampung di perkotaan. Tema yang diusung meliputi respons terhadap rumah, bangunan, warung, pos ronda. “Bahkan juga angkringan yang ada di kampung ini,” jelas Venzha.
Penggunaan istilah UFO sendiri dipilih karena mudah melekat di setiap orang. Mulai dari anak-anak hingga orangtua. “Kami keyword-nya sesuatu yang imajiner, imajinasi tentang alam semesta. Kebetulan kami pegiat astronomi dan space science relate,” ungkap Venzha.
Ada berbagai kegiatan di Kampung UFO ini. Mulai kegiatan mural di dinding, lokakarya, serta workshop, dan pendidikan astronomi gratis untuk anak. Yang dewasa l membuat usaha yang berhubungan dengan materi daur ulang.
Peresmian Kampung UFO ini juga menjadi salah satu rangkaian dalam Indonesia UFO Festival 2024 yang berlangsung sebulan penuh mulai 2 hingga 30 Juli. Festival ini digelar di tujuh lokasi berbeda dengan lebih dari 100 partisipan.
Ketua RT 46 Sapto Indriyatno menyebut, hadirnya Kampung UFO ini sebagai wadah edukasi tentang bumi dan juga cara merawatnya. Ia berharap kegiatan ini bisa memberikan pesan moral bagi masyarakat sekitar untuk selalu peduli tentang kebersihan dan selalu memelihara rasa kerukunan antar warga.
Mengelola lingkungan, termasuk sampah yang dibuang di rumah tangga. Supaya tidak terjadi pencemaran alam. “Dipilah dulu mana yang bisa dimusnahkan, mana yang tidak,” kata Sapto. (tyo/din)
Editor : Satria Pradika