Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cegah Kebiasaan Buang Sampah ke Sungai, Dispar Kota Jogja Gelar Festival di Kali Winongo

Iwan Nurwanto • Sabtu, 20 Juli 2024 | 04:25 WIB
Anak-anak menyeberangi Sungai Winongo di kawasan Kemantren Pringgokusuman dan Kemantren Tegalrejo, Kota Jogja.
Anak-anak menyeberangi Sungai Winongo di kawasan Kemantren Pringgokusuman dan Kemantren Tegalrejo, Kota Jogja.

RADAR JOGJA - Dinas Pariwisata (Dispar) berupaya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai. Upayanya diwujudkan pemerintah melalui festival sungai yang rutin dilaksanakan tiap tahun.


Kepala Bidang Daya Tarik Pariwisata Dinpar Kota Jogja Yurnelis Piliang mengatakan, potensi pariwisata dari kawasan sungai di Kota Jogja sejatinya cukup tinggi. Meskipun terletak di tengah-tengah wilayah permukiman padat penduduk, nyatanya masih banyak wisatawan bersedia datang ke destinasi wisata sungai.


Hal itu yang kemudian menjadi salah satu latar belakang dilaksanakannya Winongo Jogja River Festival #2. Kegiatan ini sudah dua tahun digelar dan untuk tahun ini dilaksanakan hari ini (19/7) di bantaran Sungai Winongo, tepatnya di Tegalrejo dan Pringgokusuman.


"Dalam kegiatan itu nantinya ada kegiatan merti kali semacam kirab, lalu menabur benih. Serta nanti ditampilkan ornamen dari sampah-sampah plastik berupa ikan dan capung yang merupakan satwa endemik sungai,” ujar Yurnelis Jumat (19/7).


Dia melanjutkan, festival sungai yang digelar Dinas Pariwisata Kota Jogja juga merupakan sarana edukasi kepada masyarakat agar ikut menjaga lingkungan sungai. Yakni dengan cara tidak lagi membuang sampah ke sungai.
Menurut Yurnelis, adanya festival sungai juga cukup ampuh dalam mengurangi kebiasaan buruk masyarakat. Sebab masyarakat mulai ikut menjaga sungai dan berdampak pada semakin bersihnya kawasan sungai di Kota Jogja.

“Kebersihan sungai harus terus kami jaga karena merupakan halaman depan Kota Jogja,” katanya.
Terkait pencemaran sungai saat ini, Ketua Tim Kerja Pengawas Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja Intan Dewani menyampaikan, pencemaran sungai dari sampah anorganik mayoritas berupa kemasan plastik. Sementara anorganik berasal dari limbah rumah tangga.


Menurutnya, pembuangan sampah ke aliran sungai cukup berpengaruh terhadap tingkat pencemaran. Baik sampah organik maupun anorganik. "Pencemaran sungai berdampak pada penurunan kualitas sungai. Dampaknya dapat mempengaruhi ekosistem," kata Intan. (inu/laz)

Editor : Satria Pradika
#dispar kota jogja #Sampah #destinasi wisata #festival sungai