RADAR JOGJA - Sebanyak 35 patung batu alam dipamerkan oleh salah seorang pematung dari Jogja Herman Ong melalui pameran tunggal perdananya 'Journey To A Thousand Expressions'. pameran digelar di lobby utama Royal Ambarrukmo Jogjakarta.
Pameran berlangsung mulai dari Sabtu (13/7) hingga Selasa (23/7) mendatang. Pameran terselenggara atas kolaborasi Royal Ambarrukmo dan Legit Art Gallery.
Herman Ong menjelaskan, pameran 'Journey To A Thousand Expressions' ini berlatarbelakang dari proses perjalanan dirinya dalam berkarya. Di mana setiap patung menampilkan berbagai macam ekpresi wajah bak manusia.
"Selalu ada kejutan ketika saya membuat ekspresi pada patung-patung batu alam ini. Setiap batu membawa karakter, dan energinya masing-masing. Ini membuat saya terus ingin menciptakan banyak karakter yang akan keluar dari batu itu," ungkapnya di sela pembukaan, Sabtu (13/7/2024)
Kurator pameran Agus Noor menjelaskan, karya patung yang dipamerkan oleh Herman Ong sangat menarik. Sebab, pilihan material atau bahannya yakni 'batu mulia'.
Menurutnya, jenis dan ragam batu mulia tak hanya punya karakter unik dan spesifik. Tapi juga ada semacam energi atau aura yang di kandungnya. Batu-batu itu semacam safir, topas, bacan, agathis jasper, moss agathe, javanes jade, giok, dan lain-lain. Pada satu sisi hal itu juga menawarkan sensasi keindahan tersendiri.
"Namun batu-batu itu juga kerap menghadirkan mitos-mitos tertentu. Seakan menyimpan energi kosmos, memberi sugesti bagi yang mempercayai. Semacam azimat, bahkan bisa menjadi kepercayaan," ulasnya.
Agus Noor mengungkapkan, ciri utama dari karya-karya Herman Ong juga menghadirkan beragam ekspresi wajah. Hal itu seakan mengajak para pengunjung menjelajahi kedalaman jiwa dan perasaan manusia.
"Penguasaan dan pemahaman akan bahan yang diolahnya, membuat patung-patung karya Herman Ong menjadi terasa intens dalam beragam ekspresi. Sekaligus memunculkan nuansa keanggunan, sebuah unsur yang kerap ingin dihadirkan dalam karya seni murni," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Satria Pradika