Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ni Made Dwipanti, Perempuan Pertama Kepala Bappeda DIY, Pagi Ini Dilantik Gubernur HB X, Kekosongan Banyak Jabatan Masih Terjadi

Kusno S Utomo • Rabu, 10 Juli 2024 | 04:25 WIB

 

GRAFIS HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA
GRAFIS HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA

RADAR JOGJA - Pemprov DIY merespons dengan cepat menanggapi kritik terbuka Ketua Fraksi PAN DPRD DIY Arif Setiadi seputar banyaknya jabatan eselon dua yang lowong.

Arif menyebut kekosongan enam posisi eselon dua mulai kepala badan, dinas, dan kepala biro serta staf ahli gubernur sebagai indikasi krisis kepemimpinan tengah membayangi pemprov.


Seolah-olah menjawab serangan itu, hari Rabu ini (10/7) pemprov menggelar pelantikan pejabat eselon dua. Dari enam jabatan yang kosong baru diisi satu jabatan. Itu pun dengan cara pergeseran.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti dilantik menjadi kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang telah kosong selama 15 bulan sejak 22 Mei 2023 lalu.


“Bu Made bakal menjadi perempuan pertama yang menjadi kepala Bappeda DIY,” ujar seorang sumber di kompleks Kepatihan, Selasa (9/7).


Informasi adanya rencana pelantikan itu dikuatkan dengan beredarnya undangan pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat pimpinan tinggi pratama eselon dua. Undangan beredar sejak siang hari selepas pukul 12.00. Mula-mula undangan diterima sekretaris/kepala bagian pengampu kepegawaian perangkat daerah dan kepala unit pelaksana teknis dinas (UPTD) di lingkungan pemprov.


Belakangan sore sekitar pukul 15.00 undangan serupa diterima para kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Kedua undangan sama-sama diteken Sekprov DIY Beny Suharsono. Dalam undangan itu, mereka yang diundang menghadiri acara mengenakan pakaian sipil lengkap (PSL) atau jas. “Pejabat yang dilantik memakai busana Jawa gagrak Yogyakarta,” pesan Beny dalam undangan yang ditandatangani Senin (8/7).


Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Amin Purwani tak membantah adanya kabar pelantikan tersebut. Soal jumlah pejabat yang dilantik, ia tidak bersedia bicara terbuka.

Amin memilih melempar dengan pernyataan bernada teka teki. “Berapa ya, satu, dua, wes sesuk itungen dewe (sudah besok dihitung sendiri, Red),” sembari masuk ke mobil dinasnya Innova hitam di gedung DPRD DIY, Selasa (9/7).


Setali tiga uang, Sekprov DIY Beny Suharsono juga belum mau berterus terang. Dia justru balik melempar pertanyaan. “Sudah tahu jawabannya, kok masih bertanya. Itu namanya pertanyaan apa,” ucapnya.


Meski begitu, pejabat yang mengawali karir PNS di Bappeda Kota Jogja ini mengaku adanya ketimpangan dalam birokrasi. Beny dengan generasi di bawahnya terjadi gap. Itu muncul karena di masa Beny, penerimaan PNS dilakukan secara serentak oleh pemprov. Kemudian disebar ke kabupaten dan kota se-DIY.

Kini teman-teman seangkatan Beny bakal memasuki purna tugas secara bersamaan. “Puncaknya 2025 mendatang,” tutur pria yang telah mengalami mutasi jabatan sebanyak 22 kali sejak 1986 ini.


Dengan adanya gap itu, Beny mengaku tak mudah menentukan penggantinya sebagai kepala Bappeda. Sebelum menjadi Sekprov, Beny mengepalai Bappeda sejak 2020 hingga 2023. Dia merupakan kepala Bappeda kedelapan sejak Hamengku Buwono X menjadi gubernur DIY pada 3 Oktober 1998 silam.


Kepala Bappeda pertama di masa kepemimpinan HB X adalah Soedjatmo dari 1995-2000. Secara kebetulan Soedjatmo merupakan paman dari Beny. “Tak gampang memang menempatkan kepala Bappeda. Karena itulah sementara waktu dijalankan pelaksana tugas (Plt),” ujarnya.


Diingatkan, selama ini kepala Bappeda DIY tak pernah diisi dengan cara lelang jabatan. Itu berbeda dengan kepala OPD lainnya. Pertimbangan itulah yang membuat Beny berhati-hati. Setelah memasuki 15 bulan, barulah diputuskan sosok yang dinilai tepat mengemban amanat kepala Bappeda.


Di sisi lain, diangkatnya Ni Made Dwipanti Indrayanti itu bakal menciptakan sejarah baru. Alumnus Jurusan Teknik Sipil UNS Surakarta (bukan teknik arsitektur seperti ditulis kemarin) ini bakal menjadi perempuan pertama yang mengepalai Bappeda DIY.
Ni Made menjadi kepala Bappeda kesembilan. Delapan pendahulunya semua laki-laki. Ni Made juga serba pertama.

Perempuan pertama kepala dinas perhubungan, perempuan pertama penjabat bupati Kulon Progo dan besok perempuan pertama kepala Bappeda.


Saat ditanya kabar pelantikan itu, Ni Made enggan memberikan komentar. Saat dihubungi melalui pesan WA, dia hanya menanggapi dengan mengirimkan emotion bergambar tersenyum dan terima kasih.


Bagi Ni Made, memimpin Bappeda seolah-olah kembali ke rumah lama. Sama seperti Beny pernah meniti karir di lembaga perencana itu. Perempuan kelahiran Klungkung, Bali 18 Oktober 1970 itu pernah menjadi kepala bidang perencanaan Bappeda.


Dia kemudian promosi ke eselon dua sebagai kepala biro administrasi perekonomian dan sumber daya alam (SDA) Setprov DIY. Kemudian Plt kepala dinas sosial dan kepala dinas perhubungan. Selama setahun menjadi Pj bupati Kulon Progo dari 22 Mei 2023 hingga 22 Mei 2024. Dilantiknya Ni Made ternyata belum bisa menuntaskan kosongnya jabatan eselon dua.


Masih ada lima posisi lainnya, yakni kepala Satpol PP, kepala dinas pertanian dan ketahanan pangan, asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, staf ahli gubernur bidang ekonomi dan pembangunan serta kepala biro bina mental spiritual.

Ditambah satu kursi lagi kepala dinas perhubungan juga kosong karena ditinggalkan Ni Made bergeser menjadi kepala Bappeda. (kus/laz)

 

 

Editor : Satria Pradika
#Pemprov DIY #Gubernur HB X #jabatan #BAPPEDA DIY #Dinas Perhubungan #SDA #Ni Made Dwipanti