Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pilkada 2024: Progres Perekaman e-KTP Pemilih Pemula di Kota Jogja Capai 71 Persen, Ini Penjelasan Disdukcapil Kota Jogja

Iwan Nurwanto • Selasa, 9 Juli 2024 | 19:09 WIB
Ilustrasi Pilkada 2024
Ilustrasi Pilkada 2024

JOGJA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja terus melakukan perekaman terhadap Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4) atau pemilih pemula.

Adapun hingga pekan pertama bulan Juli ini capaiannya sudah menyentuh 71,78 persen.

Kepala Disdukcapil Kota Jogja Septi Sri Rejeki mengatakan, total pemilih pemula di wilayahnya mencapai 12.312 jiwa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.838 jiwa sudah melakukan perekaman e-KTP.

Sementara untuk yang belum melakukan perekaman atau saat ini tengah berproses mencapai 3.474 jiwa. 

“Kami terus mengoptimalkan perekaman e-KTP bagi pemilih pemula di Kota Jogja,” ujar Septi, Selasa (9/7).

Dia membeberkan, bahwa jumlah pemilih pemula yang belum melakukan perekaman e-KTP merata pada seluruh kemantren di Kota Jogja.

Jumlah rata-ratanya mencapai kisaran 70 hingga 400 jiwa pada tiap kemantren. 

Adapun dari data Disdukcapil Kota Jogja, wilayah dengan jumlah pemilih pemula yang paling banyak belum melakukan perekaman berada di kemantren Umbulharjo dengan 470 jiwa.

Kemudian disusul kemantren Gondokusuman dengan jumlah 371 jiwa, lalu kemantren Kotagede dengan jumlah 345 jiwa, dan Tegalrejo dengan jumlah 325 jiwa.

Septi menyebut, mayoritas pemilih pemula di Kota Jogja berasal dari kalangan pelajar.

Sehingga sosialisasi melalui sekolah-sekolah pun menjadi salah satu agenda rutin yang dilakukan pihaknya.

Disamping itu, Disdukcapil juga terus mengoptimalkan perekaman e-KTP bagi pemilih pemula secara jemput bola.

Yakni dengan menyediakan fasilitas perekaman e-KTP pada kantor-kantor kemantren.

“Sehingga di bulan Agustus (perekaman e-KTP bagi pemilih pemula) bisa selesai,” terang Septi.

Terpisah, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kota Jogja Siti Nurhayati menyebut, pemilih pemula merupakan kategori yang cukup rawan disusupi pelanggaran pemilu.

Yakni berupa politik uang.

Oleh karena itu, dia berharap, agar pemilih pemula terus memperbarui wawasan tentang tahapan Pilkada 2024 melalui media resmi penyelenggara pemilu.

Di samping itu, pemilih pemula di Kota Jogja juga perlu memahami visi dan misi calon wali kota yang nantinya akan dipilih.

“Meningkatnya kesadaran politik yang baik akan membantu mewujudkan pilkada Kota Jogja yang jujur, adil, dan bermartabat,” terang Siti. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#pilkada 2024 #Kota Jogja #pemilih pemula #pemilu 2024