RADAR JOGJA - Permasalahan parkir liar masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Jogja ketika musim liburan tiba. Meski sudah kerap dilakukan penertiban, nyatanya fenomena parkir liar yang menjadi biang kemacetan masih terus saja terjadi.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengakui, fenomena parkir liar selalu menjadi potensi pelanggaran setiap masa liburan tiba. Kondisi itu tidak dipungkiri menjadi salah satu penyebab kemacetan di Kota Jogja, selain meningkatnya volume kendaraan.
Dibeberakan, lokasi yang menjadi perhatian Dishub Kota Jogja dalam hal pelanggaran parkir liar, salah satunya di Jalan Pasar Kembang (Sarkem). Ruas jalan yang dekat dengan Stasiun Tugu itu kerap terjadi kemacetan karena banyak kendaraan berhenti atau atau parkir di pinggir jalan.
"Di Jalan Sarkem memang masih banyak kendaraan berhenti di tempat larangan,” ujar Arif saat dikonfirmasi Senin (8/7).
Pihaknya sudah berupaya rutin melakukan patroli dan menindak para pengguna kendaraan yang berhenti di sepanjang Jalan Pasar Kembang.
Bahkan juga sudah terpasang CCTV announcer atau kamera pengawas yang dapat langsung memperingatkan pengguna kendaraan dengan pengeras suara.
Namun kenyataannya di lokasi itu masih saja terjadi pelanggaran. Contohnya pada Minggu (8/7) malam Senin, pantauan Radar Jogja saat melintas di ruas Jalan Sarkem, kondisi di kawasan itu cukup macet.
Selain itu juga terlihat banyak kendaraan yang berhenti di atas garis biku-biku. Beberapa di antaranya nampak menurunkan penumpang, namun ada juga kendaraan yang berhenti cukup lama. "Kami berusaha antisipasi dengan melakukan monitoring atau patroli," kata Arif.
Terpisah, anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja Baharuddin Kamba mendorong Dishub bisa serius menangani persoalan parkir liar di kawasan Jalan Sarkem. Sebab meski sudah sering dilakukan penindakan, para pelanggar di lokasi itu seperti tidak ada kapoknya.
Menurutnya, Dishub Kota Jogja harus bisa berusaha lebih keras dalam menangani permasalahan parkir liar di Jalan Pasar Kembang. Itu penting supaya parkir liar tidak semakin menjamur.
Bahkan, kata Kamba, Dishub bisa saja menerapkan sanksi yang lebih tegas sesuai peraturan yang berlaku. Bahkan jika perlu menggunakan kamera pengawas yang langsung terkoneksi dengan kantor Dishub atau wali kota Jogja agar bisa langsung dilakukan penindakan.
"Kami pantau di lokasi itu (Jalan Pasar Kembang) memang selalu ada parkir liar. Meskipun sudah ditindak pasti ada lagi, sehingga ke depan perlu semakin dipikirkan agar tidak menjamur," tandas Kamba. (inu/laz)