Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Siapkan SDM Industri, Kementerian Perindustrian Gelar Pelatihan Vokasi di Yogyakarta, Pesertanya 200 Orang

Gregorius Bramantyo • Sabtu, 6 Juli 2024 | 03:00 WIB
KOMPETEN: Pembukaan Pelatihan Vokasi lndustri Berbasis Sistem 3-in-1 pada sektor industri garmen, furniture dan produk kulit di Jogja Expo Center (JEC), (5/7).Gregorius Bramantyo/Radar Jogja
KOMPETEN: Pembukaan Pelatihan Vokasi lndustri Berbasis Sistem 3-in-1 pada sektor industri garmen, furniture dan produk kulit di Jogja Expo Center (JEC), (5/7).Gregorius Bramantyo/Radar Jogja


RADAR JOGJA - Kementerian Perindustrian menggelar Pelatihan Vokasi lndustri Berbasis Sistem 3-in-1 pada sektor industri garmen, furniture dan produk kulit di Jogja Expo Center (JEC), Jumat (5/7). Ini dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia industri yang kompeten dan berdaya saing pada sektor industri, terutama di DIY.


Kegiatan diklat diikuti 200 peserta pelatihan vokasi industri berbasis sistem 3-in-1. Di antaranya 50 peserta dari pelatihan jahit produk kulit, 100 peserta pelatihan jahit garmen, dan 50 peserta pelatihan konstruksi (machining) furniture.


Para peserta berasal dari DIY. Rinciannya, 100 peserta mengikuti pelatihan operator jahit garmen. Di mana 50 peserta akan ditempatkan di PT Mataram Tunggal Garment di Sleman dan 50 peserta akan ditempatkan di PT Anggun Kreasi Garmen di Bantul. Pelatihan ini berlangsung 14 hari.


Kemudian pelatihan jahit produk kulit akan berlangsung 14 hari yang diikuti 50 peserta. Di mana peserta akan ditempatkan pada PT Berkah Melimpah di Bantul. Sementara 50 peserta sisanya mengikuti pelatihan konstruksi furniture selama 9 hari. Di mana peserta akan ditempatkan pada CV Bongo Art di Bantul.


Kepala Pusdiklat SDM Industri Saiful Bahri mengatakan, pelatihan diampu tenaga pengajar dari Balai Diklat Industri Jogjakarta dan praktisi berpengalaman dari asosiasi terkait. Kurikulum dalam pelatihan didasarkan pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).


Setelah peserta menyelesaikan pelatihan, peserta akan langsung melakukan uji kompetensi yang akan dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi. “Baik itu P-1 maupun P-3, sesuai standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi,” ujar Saiful.


Ia menjelaskan, kegiatan ini diperlukan sebagai langkah nyata agar pelatihan vokasi dapat berkontribusi dalam pengembangan tenaga kerja yang terampil dan kompetitif di Yogyakarta.

Harapannya untuk memberikan bekal keterampilan kepada calon tenaga kerja industri. Baik softskill maupun hardskill. “Kemudian menyiapkan calon tenaga kerja kompeten yang tersertifikasi dan menempatkan peserta pelatihan untuk bekerja di industri,” jelas Saiful.


Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian Masrokhan menyampaikan, pihaknya mengambil langkah-langkah proaktif melalui penyediaan tenaga kerja kompeten. Sesuai dengan kebutuhan industri. Upaya itu dilakukan melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi yang link and match.


“Sehingga seluruh lulusan tidak hanya dapat diserap di sektor industri, tetapi juga menjadi pendorong peningkatan produktivitas dan kinerja dari industrinya,” katanya.


Masrokhan menyebut, para pelaku industri di Yogyakarta, khususnya di sektor garmen, furniture dan produk kulit masih bisa kokoh bertahan. Bahkan masih merekrut karyawan baru. Di tengah gejolak kondisi industri saat ini, di mana banyak perusahaan yang merumahkan karyawannya.


"Harapannya seluruh peserta pelatihan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kompetensi. Karena kompetensi akan menjadi bekal dalam meniti karir," pesannya. (tyo/laz)

Editor : Satria Pradika
#SDM Industri #Yogyakarta #JEC #skkni #DIY #jogja expo center #vokasi #kementerian