Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Target Pengangkutan 5.000 Ton Timbunan Sampah Kota Jogja Meleset, Baru Tertangani 1.600 Ton, Begini Antisipasi DLHK DIY

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 28 Juni 2024 | 21:37 WIB
Tumpukan sampah liar masih nampak di Kota Jogja, salah satunya di Jalan Magelang, Karangwaru, Tegalrejo pada Jumat (28/6/2024).  (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)
Tumpukan sampah liar masih nampak di Kota Jogja, salah satunya di Jalan Magelang, Karangwaru, Tegalrejo pada Jumat (28/6/2024). (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)

JOGJA - Upaya pengangkutan total 5000 timbunan sampah di Kota Jogja yang ditargetkan selesai sampai hari ini, Jumat (28/6/2024) ternyata meleset. Informasi terakhir jumlah sampah yang berhasil diangkut ke TPA Piyungan sekitar 1.600 ton dari dua depo besar yakni Mandala dan Pringgokusuman. 

Sebanyak 5000 ton sampah yang ditargetkan bisa diangkut ke TPA Piyungan selama empat hari sejak beberapa hari yang lalu ternyata meleset tidak sesuai target. Oelh karena itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY akan membagi proses pengangkutan menjadi dua tahap.

Kepala DLHK DIY, Kusno Wibowo mengatakan informasi yang ia peroleh hingga Jumat (28/6/2024) pagi, sampah yang telah terangkut seberat 1.600 ton. Sampah tersebut terutama berasal dari dua depo besar yakni Depo Mandala Krida dan Depo Pringgokusuman. 

"Kemarin 1.600 ton lebih. Ya angka 5.000 itu kisaran, Nanti yang penting adalah depo-depo itu kosong," ujar Kusno Wibowo saat dikonfirmasi, Jumat (28/6/2024). 

Kusno menyampaikan selama empat hari tersebut TPA Piyungan ramai beriringan truk sampah dari Kota Jogja. Namun, upaya tersebut belum menyelesaikan target. Maka dari itu, pihaknya akan mempertimbangkan untuk pembukaan TPA Piyungan untuk menampung sampah tahap kedua. 

"Kita penataan saat ini, mungkin (TPA Piyungan) minggu depan (buka darurat lagi)," tuturnya. 

Pihaknya mengatakan saat ini juga sedang melakukan penataan sampah di TPA Piyungan. Hal tersebut dilakukan agar proses pengangkutan tahap dua bisa berjalan dan sampah bisa tertata.

"Kalau nurunin sampah di depan-depan to (kawasan TPA Piyungan), ini harus kita tarik ke belakang, agar bisa lagi dipakai berikutnya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Sampah DLHK DIY Aris Prasena mengatakan dua depo di Mandala Krida dan Pringgokusuman memang menjadi prioritas pengosongan dengan menggunakan alat berat. Sementara untuk depo-depo sampah yang lain, juga dilakukan pengurangan timbunan sampah, meskipun belum sepenuhnya kosong.

“Jumlah 1607 ton ini telah sesuai target untuk tahap 1. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi di hari Jumat dan Senin pada Tahap 1 ini,” ujarnya.

Sasaran depo mana saja yang menjadi prioritas pengosongan pada tahap dua masih belum bisa disampaikan oleh Aris. Hal tersebut karena pihaknya masih akan menunggu hasil evaluasi dari tahap satu.

"Memang tidak mungkin semuanya digeser ke Piyungan, Kota Jogja juga terus melakukan pengolahan," tuturnya.

Ia menyampaikan progres pengolahan sampah di Kota Jogja mencapai 100 ton per hari. Dengan pengolahan 100 ton per hari ditambah 1600 ton pengangkutan tahapan pertama dan nanti akan dilakukan tahap kedua, estimasi 5000 ton sampah diharapkan bisa terselesaikan. 

"Jadi Kota tetep mengolah (sampah) tidak semu terus digeser ke Piyungan," tandasnya.

Timbunan sampah tersebut menutur Aris merupakan sampah sisa yang tidak diolah di TPS3R Kota Jogja. Hal tersebut karena menurut perihitunganya Kota Jogja baru mamlu mengolah sebanyak 100 ton sampah per hari, sedangkan produksi sampah di Kota Jogja diperkirakan mencalai 200 ton per hari.

"Sisa sekitar 100 ton sampah inilah yang kemudian mengendap di depo-depo. Sehingga, jika sebulan saja, maka tonase sampah sudah berada di angka 3000 ton," jelasnya.

Aris menyebut, Nitikan sudah cukup optimal dengan kemampuan mengolah 70 ton/hari. Sementara Kranon, dari rencana 30 ton, baru mampu mengolah 10 ton. Pun dengan Karangmiri, yang baru mengolah 5-10 ton dari target 30 ton. 

“Ada beberapa kendala, seperti kendala sosial, teknis dan macam-macam lainnya yang sama-sama sedang kita coba pecahkan," ujarnya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#depo sampah #mengelola #Sampah #Piyungan Bantul