Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Atasi Sampah, Forum Bank Sampah Kota Jogja Bakal Buat 36 Ribu Lebih Biopori

Iwan Nurwanto • Rabu, 26 Juni 2024 | 09:20 WIB

Wakil Ketua II Forum Bank Sampah Kota Jogja Sri Martini.
Wakil Ketua II Forum Bank Sampah Kota Jogja Sri Martini.

 

RADAR JOGJA - Kondisi darurat sampah kini dihadapi Yogyakarta. Kondisi itu menggugah kesadaran Forum Bank Sampah Kota Jogja untuk memulai gerakan pengolahan sampah organik. Salah satu yang akan segera diwujudkan adalah dengan membuat puluhan ribu biopori.

Masalah lingkungan tidak pernah lepas dari sampah. Hal itu pula yang kini tengah dihadapi oleh masyarakat Kota Jogja. Banyak tumpukan sampah tersebar di hampir seluruh sudut kota. Bahkan dari data Pemda DIY, sampah yang menumpuk di Kota Jogja mencapai 5.000 ton


Peringatan Hari Lingkungan Hidup Kota Jogja dilaksanakan pada Selasa (25/6) pagi. Berbagai kegiatan bertema penyelamatan lingkungan digelar dalam kegiatan tersebut. Momentum itu, juga menjadi bentuk refleksi bahwa permasalahan sampah harus segera diselesaikan.


Hal itu pula yang menggugah Forum Bank Sampah Kota Jogja untuk melakukan gerakan pengolahan sampah organik. Komitmen itu sesuai dengan tema lokal yang diangkat dalam Hari Lingkungan Hidup, yakni Organikkan Jogja.


Wakil Ketua II Forum Bank Sampah Kota Jogja Sri Martini mengatakan, dalam upaya mengolah sampah organik pihaknya sudah menyiapkan program pembuatan biopori. Tidak tanggung-tanggung, biopori yang dibuat rencananya mencapai 36.612 titik.


Dia  menjelaskan, untuk mewujudkan pembuatan puluhan biopori itu pihaknya akan berkoordinasi dengan 678 bank sampah yang tersebar di  semua kalurahan di Kota Jogja. Nantinya, tiap satu bank sampah akan ditarget membuat sebanyak 54 titik biopori pada masing-masing wilayah tugasnya.

“Harapannya dengan gerakan biopori ini dapat mengunci sampah organik, lalu nanti hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pupuk tanaman,” ujar Sri saat ditemui, Selasa (25/6).

Dia pun yakin, dengan gerakan pembuatan biopori pada 678 bank sampah itu dapat mengurangi produksi sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Jumlah sampah organik yang bakal bisa diolah bahkan diprediksi dapat mencapai 120 sampai 150 ton per hari.


Ia pun optimis, apabila gerakan itu benar-benar terwujud. Tentu tidak menutup kemungkinan nantinya Kota Jogja tidak lagi mengandalkan TPA untuk membuang sampahnya. Sebab sampah organik maupun anorganik nantinya dapat selesai pada bank-bank sampah yang ada.

“Jika gerakan pengolahan sampah bisa berjalan lancar tentu akan banyak sekali sampah yang dikurangi,” terang Sri.


Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jogja Aman Yuriadijaya menyampaikan, kehadiran bank sampah di Kota Jogja cukup efektif dalam pengurangan sampah di Kota Jogja.

Buktinya, pada tahun 2023 lalu bank sampah didorong untuk pemilahan sampah anorganik dan hasilnya mampu mengurangi produksi sampah sebesar 300 ton menjadi 200 ton.


Aman pun mengucapkan, kalau produksi sampah organik di Kota Jogja memang cukup besar. Perbandingannya sendiri mencapai 60 persen dari total produksi sampah di Kota Jogja.  Sementara untuk 40 persen esisanya merupakan sampah anorganik.

“Harapannya dengan mengolah sampah organik dan anorganik dari sumbernya produksi sampah bisa terus menurun,” ungkap Aman.(inu/din)

Editor : Satria Pradika
#Kota Jogja #bank sampah #sampah organik #biopori #tpa #pemda diy