RADAR JOGJA - Menanggapi laporan timbunan sampah di Kota Jogja yang mencapai 5.000 ton, Pemkot Jogja akan mengupayakan pengurasan depo-depo sampah selama tiga hari ke depan hingga Jumat (28/6). Selain itu, penyelesaian tiga TPS3R milik Kota Jogja juga ditargetkan bisa beroperasional secara maksimal pada Juli.
Sugeng mengatakan berdasarkan hitungan prediksi timbunan sampah di Kota Jogja bisa mencapai ribuan ton. Hal itu merupakan timbunan yang terjadi selama beberapa waktu. Padahal pemkot telah mampu mengatasi timbunan sampah baru atau reguler yakni 200 ton per hari.
"Tapi kan sekarang masih dibangun, insya Allah awal Juli sudah bisa 100 persen. Tapi itu baru menyelesaikan (sampah) reguler yang sudah jadi tumpukan di depo itu," ujarnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan Jogja, (25/6).
Ia mengakui produksi sampah di Kota Jogja memang banyak. Mekanisme pengangkatan atau pengolahan sampah setiap harinya di TPS3R belum mampu menyelesaikan permasalahan sampah jika ditambah dengan timbunan lama.
"Kami punya optimisme yang di depo tiga hari ini, bahasa normatifnya kita kosongkan. Tapi sikonnya kita lihat kemampuan semuanya," tuturnya.
Proses pengurangan atau pengurasan depo akan ditargetkan selesai hingga Jumat (28/6). Sehingga pada Juli dengan tiga TPS3R yang ditargetkan siap 100 persen beroperasi, permasalahan sampah di Kota Jogja mampu diurai, bahkan lebih maksimal untuk diolah menjadi produk turunan.
"Kranon, Karangmiri, Nitikan insya Allah alat-alat (sudah) masuk. Sarana fisik (diperkirakan) awal Juli. Kita baru mikirkan timbunan (sampah), tapi kita selesaikan tiga hari ini atas dukungan dari pemprov juga," tandasnya.
Dukungan dari pemprov itu berupa izin pembukaan darurat TPST Piyungan untuk mengatasi timbunan sampah di Kota Jogja. Kesempatan itu akan dimanfaatkan oleh Pemkot Jogja sebaik mungkin untuk mengatasi permasalahan itu.
"Intinya situasi darurat apa pun bisa dilakukan dan terjadi, tetapi ke depannya bukan itu konsepnya. Tujuan kita bisa kelola sampah mandiri," tandasnya. (oso/laz)