Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Demo Tolak UU Tapera di DPRD DIY Ricuh, Kepala Mahasiswa Bocor, Mengaku Dianiaya oleh Satpam Dewan dan Polisi

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 11 Juni 2024 | 03:20 WIB
Agung Dwi Prakoso/Radar Jogja
Agung Dwi Prakoso/Radar Jogja

 

RADAR JOGJA - Aksi massa dari Aliansi Cipayung Plus DIY di gedung DPRD DIY untuk menolak UU Tapera, berujung ricuh. Seorang mahasiswa Institut Ilmu Alquran Annur, Mohammad Tomi Wijaya, terluka di kepala setelah mendapatkan tindakan represif oknum polisi dan satpam.


Tomi Wijaya mengatakan, ia mendapatkan aksi kekerasan oleh aparat kepolisian dan satpam DPRD DIY bermula ketika massa aksi akan membakar ban di depan gedung dewan. Selanjutnya, beberapa satpam dan polisi menarik paksa keras hingga Tomi terpojok dan terjatuh.

Agung Dwi Prakoso/Radar Jogja
Agung Dwi Prakoso/Radar Jogja


"Mereka lalu melakukan pemukulan dan menginjak-injak saya. Ada sekitar 8-10 orang. Dari satpam pakai baju safari dan beberapa dari polisi," ujarnya kepada wartawan saat ditemui di depan gedung DPRD DIY dengan posisi perban di kepalanya, Senin (10/6).


Massa melakukan aksi sekitar pukul 15.00. Sekitar 100 orang berkumpul di depan gedung dewan dan melakukan pembakaran ban serta beberapa kardus. "Aksi pembakaran kan sebagai simbol pertanda Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Tidak ada niatan lebih atau kurang," tuturnya.

GRAFIS HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA
GRAFIS HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA


Selain diinjak dan dipukul, Tomi mengaku dirinya juga dilempar menggunakan Apar yang digunakan untuk memadamkan kobaran api dari ban yang dibakar. Dari seluruh peserta aksi, hanya ia yang mendapatkan perlakuan itu. "Tabung Apar dilempar ke saya sampai kena badan," ungkapnya.


Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengaku akan bertanggung jawab atas kericuhan dalam aksi yang mengakibatkan seorang mahasiswa terluka di kepala. Selain itu, pihak kepolisian juga akan melakukan identifikasi melalui rekaman CCTV terkait kebenaran tindakan represif yang dituduhkan terhadap anggota kepolisian dan satpam DPRD DIY.


Usai aksi demonstrasi, Huda pun menyampaikan permintaaan maaf atas apa yang terjadi. Hal itu dinilai merupakan faktor ketidak sengajaan dan emosional di lapangan antara peserta aksi dan pihak keamanan DPRD DIY.


"Teman-teman security atas tanggung jawabnya saja, tidak ingin terjadi hal negatif di kantor ini, terus kemudian ada emosi di lapangan," ujar Huda.
Ia berharap kejadian semacam itu tidak terulang kembali. Dirinya mengatakan akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi terhadap salah seorang mahasiswa peserta aksi itu. "Nanti kita akan persiapkan pengobatan dan lainya. Ini bukan mainstream dan insiden saja," tuturnya.


Pihaknya juga akan melakukan pembinaan berlanjut kepada security di kantor DPRD DIY. Pembinaan fokus pada cara menghadapi masyarakat yang berekspresi di kantor wakil dewan. "Jelas itu evaluasi bagi internal kami," tandasnya.


Ia menilai, setiap masyarakat yang datang untuk menyampaikan aspirasi merupakan tamu. Aspirasi yang disampaikan juga tidak ada yang buruk, semuanya ingin kebijakan di Indonesia adil dan baik. "Nanti akan kami cek, kita belum tahu persis kejadianya. Kita belum bisa putuskan (sanksi) sekarang," tandasnya.


Sementara itu, Kapolresta Jogja Kombes Pol Aditya Surya Dharma mengatakan, perihal gesekan yang terjadi dalam aksi dem itu akan dilakukan identifikasi lanjut. Hal itu akan dilakukan melalui pantauan CCTV dan rekaman kamera. "Nanti kita lihat siapa yang melakukan pemukulan. Malam ini akan identifikasi dan lakukan proses hukum," ujarnya.


Ia juga menyampaikan akan dilakukan pengecekan jika benar ada anggota kepolisian yang terlibat. Sesuai klaim dari pihak korban, ada anggota kepolisian yang ikut melakukan tindakan represif. Hal itu akan dilakukan pengecekan kembali.


"Ada beberapa teman demonstran mengatakan anggota saya ada yang terlibat. Tapi kita identifikasi dulu benar ada atau tidak, kami belum bisa memastikan sekarang. Tapi, sekilas sih tidak ada," tutur perwira menengah dengan tiga mawar di pundak ini. (oso/laz)

Editor : Satria Pradika
#Mahasiswa #satpam #CCTV #aksi pembakaran #dprd diy #Demo #ricuh #tapera #oknum polisi