RADAR JOGJA - Sekitar 1.600 penari dari seluruh Kota Jogja meramaikan Gebyar Kampung Menari di Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG), kemarin (9/6). Selain memeriahkan HUT ke-77 Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja, acara ini untuk mewadahi potensi para penari kampung di seluruh Kota Jogja.
Acara ini diselenggarakan Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja melibatkan 169 kampung. Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yetti Martanti mengatakan sejak 2023 pihaknya telah mulai menggarap program ini.
Setiap kampung diberikan satu instruktur untuk mengajari masyarakat dari berbagai umur."Anak-anak, orangtua, anak muda semua boleh ikut. Kami ada koordinatornya di setiap kampung," ujarnya.
Warga yang tertarik dilatih setiap Selasa Wage dan Kamis Pahing. Tujuan program tersebut tidak hanya untuk mengasah atau melatih skill tari, juga wadah sosialisasi dan 'srawung' bagi masyarakat."Itu juga menumbuhkan rasa solidaritas antarkampung agar mereka juga saling mengenal," tuturnya.
Setiap kampung umumnya terdiri 25 peserta tari. Seluruh peserta tersebut nantinya akan mengikuti semacam lomba menari yang diselenggarakan oleh Disbud Kota Jogja. Pemilihan lokasi di TBEG bertujuan untuk mengenalkan ke masyarakat bahwa tempat tersebut bisa difungsikan sebagai ruang berekspresi.
Penjabat Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto mengatakan acara tersebut dalam rangka melestarikan budaya dalam bentuk seni tari. Ia berharap acara tersebut bisa diselenggarakan rutin setiap tahun."Para generasi muda agar mengenal dan sekaligus mempraktikan pengetahuan tentang kazanah kebudayaan melalu seni tari," ujarnya.(oso/din)
Editor : Herpri Kartun