RADAR JOGJA - Sebanyak 313 siswa SD Muhammadiyah Sapen berhasil lulus, Sabtu (8/6/2024).
Ratusan siswa itu adalah angkatan pertama generasi alpha yang belajar jarak jauh selama dua tahun akibat dampak pandemi Covid-19.
Kepala sekolah SD Muhammadiyah Sapen Agung Rahmanto mengatakan, pagebluk korona membawa konsekuensi terhadap model pembelajaran kala itu.
Kegiatan belajar mengajar harus beralih dilakukan secara jarak jauh atau dalam jaringan (daring).
"Alhamdulillah, siswa-siswi kami berhasil lulus tahun ini," katanya usai acara kelulusan di Gedung Multi Purpose, UIN Sunan Kalijaga, Sabtu (8/6/2024).
Agung berkomitmen, terus memberikan landasan nilai-nilai religius dan kearifan lokal dalam rangka mempersiapkan generasi Alpha menghadapi masa depan.
Terlebih, seiring dengan kemajuan teknologi sekarang ini. Mereka akan dihadapkan dengan tantangan-tantangan khusus.
"Mereka sangat akrab dengan gadget dan akhirnya berpengaruh besar terhadap mental, psikologis, dan gaya hidup mereka," ujarnya.
Pun diharapkan, 313 siswa generasi Alpha yang lulus pada tahun ini bisa tetap mengembangkan karakternya.
Sehingga, mereka dapat menjadi generasi emas pada 2045 mendatang.
"Sehingga nanti bisa lahir generasi emas yang luar biasa," jelasnya.
Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto berpesan kepada ratusan siswa yang lulus, agar bisa berjuang lebih keras lagi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
"Karakter yang sudah ditanamkan selama belajar di SD ini harus bisa teguh," katanya.
Tak hanya dari aspek karakter yang sudah ditanamkan untuk dijaga, tak kalah penting adalah dari segi agama, akidah, dan intelegensinya bisa unggul.
Sebab, dengan seiring berkembangnya teknologi dikhawatirkan, generasi alpha itu terbelenggu ke dalam hal-hal negatif.
"Jangan sampai terbelenggu oleh teknologi yang menyebabkan jauh dari orang tua dan masyarakat. Tentu kami ingin anak-anak ini sukses tapi tetap berlandaskan dengan agama," pesannya.
Acara purna siswa SD Muhammadiyah Sapen ini dikemas melalui acara Sapen Edu Expo #1. Di mana acara ini menampilkan kombinasi ekspo pendidikan dan berbagai pentas seni. (ayu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita