JOGJA - Kebutuhan hewan ternak di Kota Jogja menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah diprediksi meningkat. Namun ketersediaan dari peternak lokal belum mencukupi. Sehingga kebutuhan hewan kurban di wilayah tersebut masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Sukidi mengatakan, ketersediaan hewan kurban di Kota Jogja memang minim karena keterbatasan lahan. Contohnya di kandang ternak kalurahan Bener, Tegalrejo yang hanya ada 11 ekor sapi dan 213 ekor kambing.
Oleh karena itu, kebutuhan hewan kurban bagi masyarakat Kota Jogja pun sampai saat ini masih mengandalkan pasokan dari luar daerah. Mengingat bukan dari peternak lokal, pihaknya akan melakukan pengawasan. Supaya ternak yang masuk ke Kota Jogja dalam kondisi sehat.
“Petugas kami setiap hari akan memeriksa kesehatan hewan di semua titik penjualan kurban. Lalu nanti saat Idul Adha di titik-titik penyembelihan,” ujar Sukidi, Rabu (5/5).
Menurut Sukidi, pihaknya memang cukup mewaspadai penyebaran beberapa penyakit ternak. Seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), serta antraks. Namun hingga saat ini belum ditemukan penyakit-penyakit tersebut di Kota Jogja.
Selain melakukan pengawasan, pihaknya juga sudah mensosialisasikan kepada masyarakat tentang cara pemilihan hewan ternak yang sehat dan layak. Yakni hewan harus memiliki bentuk badan yang seimbang dan lincah.
Disamping itu, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja juga sudah memberikan pembekalan sekaligus pelatihan penyembelihan kurban kepada takmir masjid dan panitia hari raya Idul Adha pada Rabu (5/6). Sehingga diharapkan nantinya masyarakat bisa mengkonsumsi daging kurban yang sehat dan halal.
Baca Juga: Tapera Akan Merugikan Pekerja dan Pengusaha, Apindo Segera Ajukan Gugatan Judicial Review ke MA
“Sampai hari ini belum ada temuan penyakit, dan kami berharap tidak ada,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jogja Aman Yuriadijaya menyampaikan, pemerintah terus berupaya memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan ketersediaannya tercukupi. Sehingga pengawasan dari tingkat penjualan hingga penyembelihan di masyarakat pun dilakukan.
“Ada aspek-aspek teknis yang sudah kita berikan kepada seluruh pemangku kepentingan,” terangnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin