Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pandai Besi Banjir Pesanan, Sudah Pesan Pisau untuk Sembelih Hewan Kurban sejak Ramadhan

Gregorius Bramantyo • Kamis, 6 Juni 2024 | 03:00 WIB
Sukisman, seorang pande besi menyelesaikan pembuatan pisau di Pasar Hewan Ambarketawang, Gamping, Sleman, Rabu(4/6).
Sukisman, seorang pande besi menyelesaikan pembuatan pisau di Pasar Hewan Ambarketawang, Gamping, Sleman, Rabu(4/6).


RADAR JOGJA – Menjelang hari raya Idul Adha 1445 H, berkah tersendiri datang bagi para perajin pandai besi di Jogja. Banyak pesanan yang datang untuk pembuatan alat penyembelihan hewan kurban. Mulai dari golok hingga pisau pemotong daging.


Di Sentra Pandai Besi Bina Karya di Padukuhan Klopo Sepuluh, Kalurahan Bendungan, Wates, Kulon Progo, kebanjiran orderan pisau jelang Idul Adha 2024. Dalam sehari, ada puluhan pisau yang diproduksi oleh perajin di sentra pandai besi tersebut.

Sukisman, seorang pande besi menyelesaikan pembuatan pisau di Pasar Hewan Ambarketawang, Gamping, Sleman, Rabu (4/6).
Sukisman, seorang pande besi menyelesaikan pembuatan pisau di Pasar Hewan Ambarketawang, Gamping, Sleman, Rabu (4/6).


Ketua Pandai Besi Bina Karya Sukisman mengungkapkan, peningkatan pesanan menjelang Idul Adha lebih dari 50 persen. Sebelumnya, ia hanya mendapat pesanan rata-rata 10 buah per harinya. Namun menjelang Idul Adha, ia mendapat pesanan sekitar 20-30 buah per harinya. “Setiap tahun selalu ramai pesanan. Kalau produksi sehari-hari sekitar 40-50 buah,” ujarnya kepada Radar Jogja, Rabu (5/6).


Ia mengungkapkan, beberapa piranti untuk keperluan kurban ini dijual dengan harga yang bervariasi. Mulai Rp 35 ribu hingga Rp 500 ribu per buah. Untuk pisau yang digunakan untuk menguliti hewan kurban atau pisau seset sepanjang 20 centimeter, harganya di kisaran Rp 35 ribu hingga Rp 200 ribu.

Sementara harga pisau sembelih sepanjang 30-40 centimeter di kisaran Rp 250 ribu sampai Rp 500 ribu. Saat ini, pisau yang dilengkapi warangka sedang banyak diburu konsumen. “Yang harga di atas Rp 100 ribu itu sudah full pakai sarung,” jelasnya.


Sukisman menerangkan, selain di rumahnya, ia juga membuka sentra bengkel untuk sarana promosi di Pasar Hewan Ambarketawang, Gamping, Sleman. Diakuinya, peningkatan pesanan sudah terjadi bahkan jauh hari sebelum Idul Adha. Banyak pesanan yang datang pada bulan Ramadan lalu. “Pembelinya rata-rata dari sekitar Bantul, Kota Jogja dan Sleman,” ujarnya.


Sukisman sendiri saat ini sudah menutup pemesanan melalui online sejak pekan lalu. Namun masih membuka pemesanan secara offline dari pasar hewan. “Kalau kebanyakan nggak mampu, takutnya nanti kualitasnya menurun,” sambungnya.


Perajin besi lainnya, Wijiyono mengaku sudah menerima lebih dari 50 pesanan pisau dengan berbagai ukuran yang akan digunakan untuk memotong hewan kurban.

Pada hari raya Idul Adha tahun lalu, dirinya mengaku mendapat pesanan lebih dari 150 pisau dari berbagai ukuran. “Usaha turun temurun sejak 1995,” kata perajin besi di Padukuhan Ngaglik, Kalurahan Margoagung, Seyegan, Sleman ini.


Ia menjelaskan, untuk mengerjakan satu pisau ukuran kecil dibutuhkan waktu sekitar 30 menit. Sedangkan, pisau berukuran besar atau golok dibutuhkan waktu sekitar dua jam lamanya. Untuk membuat pisau, besi yang akan dibuat pisau dipotong sesuai kebutuhan terlebih dulu menggunakan gerinda. Kemudian dipanaskan ke dalam arang yang telah dipanaskan. “Dipukul sampai membentuk pisau atau golok,” jelasnya.


Pisau hasil buatannya tersebut dijual dengan harga bervariasi. Sesuai ukuran dan tingkat kesulitan saat pengerjaan. Pisau termurah dijual dengan harga Rp 30 ribu, lalu pisau untuk menguliti daging dihargai Rp 50 ribu.

“Kalau pisau untuk menyembelih kambing dijual dengan harga Rp 150 ribu dan pisau sembelih sapi seharga Rp 350 ribu rupiah,” ungkap Wiji. (tyo/pra)

Editor : Satria Pradika
#perajin pandai besi #Yogyakarta #Kulon Progo #idul adha #hewan kurban #pisau #DIY #daging #Sentra Pandai Besi #Jogja