Upaya tersebut melibatkan pengawasan ketat terhadap kesehatan hewan kurban dari tahap penjualan hingga proses pemotongan di tempat penyembelihan di masyarakat.
Koordinasi aktif juga dilakukan dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Yogyakarta dan DIY untuk menjaga kebutuhan masyarakat terpenuhi dan mengendalikan inflasi.
Dilnsir dari laman Pemkot Jogja, Sosialisasi teknis dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta kepada semua pemangku kepentingan, termasuk tentang prosedur pemotongan hewan kurban dan pengawasan kesehatannya.
Sekretaris Daerah Pemkot Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, menyatakan bahwa akan ada pengawasan intensif di tempat-tempat pemotongan hewan kurban di masyarakat untuk memastikan keamanan dan kesehatannya.
Meskipun ketersediaan hewan kurban di Kota Yogyakarta terbatas karena minimnya lahan, pemerintah setempat menjamin ketersediaannya dengan mendatangkan hewan kurban dari daerah lain.
Pengawasan dan pemeriksaan kesehatan dilakukan baik di peternak maupun di pasar-pasar tiban untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat sebelum disembelih.
Pihak terkait, termasuk TPID DIY dan instansi terkait lainnya, menyatakan bahwa kondisi inflasi di Kota Yogyakarta relatif terkendali, bahkan mengalami deflasi tipis.
Ketersediaan pangan juga selalu dipastikan supaya nantinya dapat mencukupi untuk menghadapi libur Idul Adha.
Selain itu, penyakit yang perlu diwaspadai pada hewan kurban telah disosialisasikan kepada masyarakat untuk memastikan hewan kurban yang dipilih adalah yang sehat dan layak.
Penjualan hewan kurban di Kota Yogyakarta, seperti di Pusat Pengadaan Hewan Qurban Angkatan Muda Muhammadiyah Kotagede, telah disiapkan dengan baik, termasuk pemeriksaan kesehatan hewan secara berkala.
Baca Juga: Stay and Dine hingga Chill and Drink Banjir promo Bulan Juni di Kimaya Sudirman Yogyakarta by HARRIS
Baca Juga: Kecelakaan Tunggal Truk Masuk Parit di Jalan Magelang Sleman, Begini Kronologinya..
Harga hewan kurban relatif stabil, memastikan ketersediaan hewan kurban yang sehat dan terjangkau bagi masyarakat.
Editor : Bahana.