Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kota Jogja Alami Deflasi di Bulan Mei, BPS Ungkap Penyebabnya!

Iwan Nurwanto • Senin, 3 Juni 2024 | 22:17 WIB
Kepala BPS Kota Jogja Mainil Asni. (IWAN NURWANTO/radar jogja)
Kepala BPS Kota Jogja Mainil Asni. (IWAN NURWANTO/radar jogja)

JOGJA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut komoditas sektor transportasi menjadi penyumbang deflasi atau penurunan inflasi selama bulan Mei 2024. Penyebabnya, karena permintaan terhadap jasa transportasi mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan saat lebaran.

Kepala BPS Kota Jogja Mainil Asni mengatakan, dalam catatan inflasi selama dari bulan ke bulan (month to month) sektor transportasi mengalami deflasi sebesar 0,13 persen. Hal tersebut disebabkan karena pada bulan April lalu permintaan terhadap jasa transportasi cukup tinggi dikarenakan musim mudik lebaran.

Sementara untuk bulan ini, disebutnya, mengalami penurunan atau harga untuk jasa transportasi berangsur kembali normal. Menurut dia, kenaikan jasa transportasi hanya terjadi selama sepekan sebelum (H-7) dan sepakan setelah (H+7) lebaran pada tanggal 10 April 2024 lalu.

“Karena lebaran arus mudik cukup tinggi dan itu secara resmi ditentukan oleh pemerintah. Ini menjadi salah satu poin naiknya inflasi bulan lalu,” ujar Mainil saat ditemui, Senin (3/6).

Kemudian untuk penyumbang inflasi pada bulan ini, disebutnya, ada komoditas emas dan beras. Adapun untuk perhiasan emas menyumbang inflasi sebesar 0,32 persen. Sementara untuk beras cukup tinggi sebesar 0,43 persen karena merupakan kebutuhan pokok sebagian masyarakat.

Mainil mengungkapkan, tingkat inflasi emas memang cukup besar karena komoditas tersebut mengikuti perkembangan secara internasional. Menurut dia, harga emas dalam tingkat global memang terus meningkat. Sehingga inflasinya tidak hanya terjadi di Kota Jogja.

“Karena emas indikator ekonomi utama,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPS DIY Herum Fajarwati menyampaikan, pada bulan Mei tahun ini terjadi inflasi year on year sebesar 2,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 106,11 persen. Inflasi terjadi karena ada kenaikan beberapa komoditas harga.

Seperti di antaranya kelompok makanan minuman dan tembakau sebesar 5,33 persen. Lalu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,89 persen. Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,31 persen.

Lalu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,01 persen, kelompok kesehatan sebesar 2,87 persen, kelompok transportasi sebesar 0,50 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,06 persen.

Kemudian juga kelompok pendidikan sebesar 1,72 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,26 persen. Serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,10 persen.

“Sementara kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami penurunan indeks sebesar 0,16 persen,” terang Herum dalam keterangannya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #fakta #bps #deflasi